Sabtu, 30 Maret 2024

- Islam yang Saya Anut: Rukun Iman dan Islam dalam Perspektif M. Quraish Shihab

Judul buku : 
Islam Yang Saya anut : Dasar-dasar ajaran Islam. 

Pengarang  : 
M.Quraish Shihab.

Penerbit : 
Lentera Hati,Grup
Ciputat, Tangerang Selatan,Banten. 

Tanggal terbit :
27 Desember 2007

Tebal Halaman :
346 Halaman

Genre :
Agama/Islam/umum

Harga :

Rp. 41.919 ( via google books)
Rp.35.000 ( via shopee)

Tampak depan buku tersebut.
(Dok.Google books via Handphone)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat Blogger!

Selamat datang di episode keempat!  Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman membaca buku yang sangat bermanfaat bagi pemahaman Islam dasar, yaitu "Islam yang Saya Anut" karya M. Quraish Shihab.
 
Buku-buku tentang Islam bertebaran di pasaran, beragam dalam kedalaman dan cakupan materinya. Ada yang terlalu luas dan akademik, kurang cocok bagi pemula. Ada pula yang terlalu sederhana, sehingga kurang memuaskan rasa ingin tahu. "Islam yang Saya Anut" hadir sebagai solusi di tengah keragaman ini.
 
Buku ini ditulis oleh M. Quraish Shihab, seorang ulama dan cendekiawan muslim terkemuka. Dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami, beliau memaparkan dasar-dasar ajaran Islam secara sistematis, merujuk pada pemahaman fiqih, akidah, dan akhlak yang sahih.
 
Keunggulan buku ini terletak pada keseimbangannya. Ia tidak terlalu panjang dan membosankan, namun juga tidak terlalu singkat sehingga meninggalkan rasa penasaran. Penjelasannya ringkas dan padat, fokus pada poin-poin penting tanpa terjebak dalam perdebatan pendapat yang membingungkan. Hal ini sangat membantu dalam menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan dalam memahami ajaran Islam.
 
Setelah membaca buku ini, saya pribadi merasakan kedalaman pemahaman yang baru. Penjelasannya yang sistematis memudahkan saya memahami berbagai aspek penting dalam Islam, mencakup pemahaman yang komprehensif namun tetap mudah dicerna.  Buku ini membantu saya memahami berbagai konsep dasar Islam dengan lebih baik,  memberikan pemahaman yang lebih utuh dan menyeluruh.
 
Buku ini juga membahas berbagai hal penting lainnya, seperti tata cara wudhu dan shalat. Secara keseluruhan, "Islam yang Saya Anut" adalah buku yang sangat direkomendasikan, terutama bagi pemula yang ingin mempelajari dasar-dasar ajaran Islam dengan cara yang mudah dan sistematis.
 
Bagi yang tertarik, buku ini dapat ditemukan di toko buku terdekat atau di platform online seperti Tokopedia dan Shopee.
 
Semoga resensi ini bermanfaat.  Saya ingin sekali mendengar pendapat Anda tentang buku ini.  Apakah Anda pernah membacanya?  Apa bagian yang paling berkesan bagi Anda?  Mari berdiskusi di kolom komentar! Sampai jumpa di episode selanjutnya!
 
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sumber resmi :Googlereads.com/books

 Tags: Review Buku Islam, Dasar Ajaran Islam, Quraish Shihab, Ulama, Motivasi, Inspirasi

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"


Menggugah Semangat: 5 Youtuber Muslim Muda yang Menginspirasi Generasi Milenial


Ilustrasi episode ini diedit oleh Kapwing.
(Credits: Pixabay.com,This_is_Engineering)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat Blogger!
 
Selamat datang di episode kelima! Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Di tengah arus informasi yang beragam, konten positif sangat dibutuhkan. Kali ini, saya ingin memperkenalkan lima YouTuber Muslim muda yang hadir dengan konten-konten menyegarkan dan inspiratif.
 
Yuk, kenalan dengan mereka!
 

1. BASYASMAN


Foto Husain BASYASMAN sedang mengaji.
(Kredit: Facebook.com, Basyasman)

 
Husain Basyaiban, atau yang lebih dikenal dengan nama Basyaman, adalah pemuda berusia 21 tahun yang telah mencuri perhatian banyak orang. Ia viral karena sering membagikan ilmu tentang keislaman di platform TikTok. Melalui channel YouTube-nya, Basyaman terus membagikan konten-konten edukatif yang bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang Islam.
 
2. AGAM FACHRUL

Foto hai ustadz Adam, 2023
(Kredit: Wikipedia.org, Global citra)
 

Agam Fachrul adalah seorang ustadz muda yang kerap membagikan kesehariannya bersama istri tercinta di channel YouTube-nya. Kontennya yang unik dan menarik memberikan perspektif baru tentang hubungan suami-istri dalam Islam.
 

3. HAWAARIYUN


Foto dirinya sedang duduk di atas bangunan.
(Kredit: instagram.com,@hawaariyyun)
 
Hawaariyun adalah seorang pendakwah muda yang memiliki gaya dakwah yang unik dan penuh dengan sindiran. Ia dikenal dengan kalimat-kalimat sarkatis yang mengena dan penuh makna. Selain konten dakwah di YouTube, ia juga aktif di Instagram, membagikan momen-momen bersama keluarga kecilnya dan konten perjalanan yang menarik.
 

4. SHERLY ANNAVITA RAHMI



Foto dirinya juga serta dalam kegiatan Pramuka.
(Kredit: instragram.com,SherlyAnavita)

 
Sherly Annavita Rahmi, atau yang lebih dikenal dengan nama Sherly, adalah seorang wanita cerdas yang menginspirasi banyak orang, terutama para pemuda milenial. Meski tidak langsung membahas tentang Islam, Sherly menunjukkan kualitasnya sebagai seorang Muslim dalam setiap konten yang dibagikannya. Ia kerap berkolaborasi dengan YouTuber lain untuk membahas topik-topik menarik yang menambah pengetahuan.
 
5. SALIM BANAHAN


Foto dirinya sedang mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri.
(Kredit: Instagram.com,@bahanan93)

 
 
Salim Bahanan adalah seorang qori muda yang memiliki suara merdu. Ia dikenal luas oleh pecinta lantunan ayat suci Al-Qur'an. Di channel YouTube-nya, Salim membagikan berbagai macam bacaan surat Al-Qur'an dengan nada yang berbeda. Mendengarkan murotal atau rekaman suaranya dapat menenangkan hati dan memberikan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
 
Semoga kisah dan karya kelima YouTuber ini dapat menginspirasi Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama. Tonton dan ikuti saluran mereka!
 
Mari kita renungkan bersama:
 
- Apa yang menginspirasi Anda dari YouTuber kelima ini?
- Bagaimana Anda dapat menerapkan nilai-nilai positif yang mereka bagikan dalam kehidupan sehari-hari?
- Siapa lagi YouTuber Muslim inspiratif yang Anda kenal?
 
Bagikan pemikiran dan inspirasi Anda di kolom komentar! Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah ini dan menjadi pribadi yang lebih baik.
 
Sampai jumpa di episode selanjutnya!
 
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 

Tags :Youtuber Muslim,Youtuber Inspiratif
 Generasi Milenial,Islam,Motivasi Islam,Konten Islami,Influencer Muslim,Muslim Muda,
 
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

"Optimisme di Tengah Kesulitan: Perjalanan Sarjana dari Sawah"


Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing.
(Credits: Pixabay.com, Herriest)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sobat Blogger! Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan bahagia. Selamat datang di episode ketiga Refleksi Ramadhan!

Pada episode kali ini, saya akan berbagi kisah inspiratif tentang Bara, seorang pemuda desa yang berjuang meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.

Baca juga:  Review buku pendidikan Islam: membentuk manusia karakter dan beradab

Optimisme adalah kunci dalam menghadapi kesulitan hidup. Simak kisah inspiratif seorang sarjana yang tetap optimis meskipun berasal dari keluarga sederhana!"

Kisah Bara:

Bara adalah pemuda desa yang cerdas dan bersemangat. Ia mendapatkan kabar bahwa ia diterima di universitas terkemuka di kota. Ini adalah langkah pertama dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang dokter.

Teman Bara, Udin, bertanya, "Bara, kamu yakin mau pergi ke kota? Kita kan petani miskin. Bagaimana kalau kamu gagal?"

Bara menjawab, "Saya yakin, Kak. Saya tahu ini tidak akan mudah, tetapi saya harus mencoba. Saya tidak bisa hanya diam saja. Saya harus berjuang untuk menggapai impian saya."

Udin menimpali, "Jaka, suasana di kota berbeda dengan desa kita. Orang-orang di sana mungkin tidak akan menerima kita."

Bara menjawab, "Saya tahu, Kak. Tapi tidak ada salahnya untuk terus mencoba. Pantang menyerah, dengan ikhtiar dan doa, pasti impian saya tercapai."

Udin membalas, "Betul, Bara. Yang saya suka dari kamu, kamu selalu optimis. Semoga Allah selalu melindungi."

Bara menjawab, "Aamiin. Terima kasih atas doanya. Saya akan berusaha sebsik mungkin 

Baca juga kuys : Kisah inspiratif owner batagor dan siomay opick

Ilustrasi urbanisasi alias perpindahan dari desa ke kota.

Tantangan di Kota:

Bara menyadari bahwa tantangan baru telah dimulai. Ia harus meninggalkan desanya, hidup mandiri di kota besar, dan bekerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya.

Saat tiba di kota, Bara merasa seperti ikan yang ditarik dari udara. Gedung-gedung tinggi, keramaian orang, dan hiruk pikuk lalu lintas kota membuat terasa canggung dan tidak nyaman. Ia merasa seperti orang asing di tengah-tengah kehidupan kota yang sibuk dan bergerak cepat.

Lingkungan di akademik universitas juga sangat berbeda dengan sekolah di desanya. Pelajaran yang diajarkan jauh lebih sulit dan kompleks. Ia harus mempelajari topik-topik baru dan beradaptasi dengan metode pengajaran yang berbeda. Ia diharapkan bisa belajar secara mandiri dan aktif berpartisipasi dalam diskusi.

Yang paling sulit adalah perasaan kesendirian. Di desa, Bara selalu dikelilingi oleh keluarga dan teman-teman. Di kota, ia harus hidup sendirian di asrama dan merasa sangat merindukan rumah.

 ilustrasi orang sedang membaca buku pada malam hari.

Keteguhan Hati:

Meskipun menghadapi banyak tantangan, Bara tidak menyerah. Ia tahu bahwa semua tantangan ini adalah bagian dari perjalanan meraih impiannya. Ia pun berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru, belajar dengan giat, dan mencari teman baru. Ia juga selalu berdoa dan bertawakal kepada Allah, memohon kekuatan dan petunjuk dalam menghadapi semua tantangan.

ilustrasi pekerjaan paruh waktu.

 Dukungan Doa:

Bara selalu melibatkan Allah dalam setiap langkahnya. Di tengah kesendirian dan tekanan akademik, ia sering shalat dan berdoa. Ia meminta bantuan, kekuatan, dan petunjuk kepada Allah. Ia yakin bahwa doa bukan hanya rutinitas, melainkan sumber kekuatan spiritualnya. Ia percaya bahwa Allah dapat membantunya melewati semua tantangan. Ia percaya bahwa Allah selalu ada untuknya, mendengarkan doa-doanya, memberikan kekuatan, dan memberikan harapan.

ilustrasi hari kelulusan Bara.

Kebahagiaan dan Kesuksesan:

Meskipun hidup di kota besar penuh tantangan, Bara tidak pernah merasa sendirian. Ia merasa bahwa Allah selalu menyertainya dan membantunya melewati setiap rintangan.

Bara memutuskan untuk bekerja lebih keras dengan mengambil pekerjaan tambahan dan belajar di malam hari. Ia juga mengirimkan sebagian gajinya untuk membantu keluarganya.

Setelah bertahun-tahun bekerja keras, Bara akhirnya lulus dari universitas dengan predikat cum laude dan berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membayar pengobatan ayahnya.

Pada hari wisudanya, Bara merasa bahagia dan bangga karena telah berhasil mengatasi tantangan dan meraih cita-citanya. Ia juga bersyukur karena telah bisa membantu keluarganya.

Baca juga kuys:  Celana/larangan pada saat menaiki kereta

Kisah Bara ini mengajarkan kita bahwa dengan keteguhan hati dan kerja keras, kita dapat mencapai apa pun yang kita impikan.Apakah kamu pernah merasakan tantangan serupa dalam meraih mimpi? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar!"

Tags: cerita fiksi,cerita lokal nusantara,cerita inspirasif lokal.pemuda,bara desa,dokter.

Sumber : motivasi islami.com

Keterangan: Semua foto ilustrasi untuk  episode kali ini menggunakan pixabay.com

""Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Rabu, 27 Maret 2024

Inspirasi Ramadhan: Hafidz Qur'an Muda dengan Cerebral Palsy

Ilustrasi episode ini diedit oleh Kapwing.
(Kredit: Pixabay.com,muhammadweb)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sobat Blogger! Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan bahagia.
Pada episode perdana Renungan Ramadhan kali ini, saya akan berbagi kisah inspiratif tentang seorang hafidz Qur'an muda bernama Muhammad Naja Hudia Afifurrahman, yang akrab disapa Naja. Naja lahir prematur pada usia kandungan 27 minggu, dan mengalami Cerebral Palsy.  

Naja lahir pada tahun 2019, dan merupakan anak pertama dari pasangan Dahlia dan suaminya. Kelahiran Naja disambut dengan penuh suka cita, namun takdir berkata lain. Naja mengalami koma selama 12 hari akibat kelahiran prematur. 


Ilustrasi kelahiran prematur naja


Ibu Naja menceritakan bahwa Naja sering rewel dan seperti menginginkan sesuatu. Ibu Naja teringat bahwa Naja selalu mendengarkan murotal Al-Qur'an di ruang NICU.  

Meskipun dilahirkan dengan Cerebral Palsy, Naja memiliki kemampuan luar biasa dalam menghafal Al-Qur'an. Pada usia 9 tahun, Naja telah menghafal 30 juz Al-Qur'an. Kini, Naja telah menghafal 800 hadits.
  
Ibu Naja dan suaminya berusaha ikhlas menerima kondisi Naja. Mereka melakukan terapi dan rutin mendengarkan murotal Al-Qur'an kepada Naja.  

Ilustrasi ibu selalu membacakan Al-Qur'an kepada naja.


Naja termotivasi untuk menjadi hafidz setelah bertemu dengan seorang hafidz yang juga mengidap Cerebral Palsy di Bandung.  
Ibu Naja tidak memaksa Naja untuk belajar menghafal Al-Qur'an. Awalnya Ibu Naja hanya memperdengarkan murotal per halaman setiap hari. Namun, Naja ternyata cepat menghafal dan Ibu Naja pun menambah porsi hafalannya menjadi 6 halaman setiap hari.  

Naja bercita-cita untuk belajar di Madinah, kota kelahiran Nabi Muhammad. Ibu Naja mendukung mimpi Naja dan berharap Naja dapat mewujudkan mimpinya kelak. 

Ilustrasi kota Madinah yang menjadi tujuan naja

Ibu Naja berpesan kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk tidak berkecil hati. Pastikan untuk selalu mendukung keinginan anak selama itu baik.  

Kisah Naja mengajarkan kita bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan cita-cita. Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk terus berjuang dan meraih kebaikan serta mengajarkan kita banyak hal tentang kekuatan iman dan semangat juang. Apa pelajaran yang kamu dapatkan dari kisah Naja? Bagikan di kolom komentar!"

Tags: Perdana,Kisah Inspiratif islami,Inspirasi,Motivasi,Hafidz Muda,Cerebral Palsy,Kekuatan Iman
Semangat Juang,Keistimewaan Allah, Anugerah Allah,Belajar dari Hafidz,


Tautan video


Keterangan:
Semua foto ilustrasi untuk episode kali ini diambil melalui pixabay.com


"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"