![]() |
| Ilustration this episode edited by Kapwing. (Credits: neuralwritter.com) |
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sahabat semuanya! Ramadhan Reflection memasuki episode ke-28, dan kali ini kita akan menyelami kisah inspiratif seorang wanita luar biasa yang dijuluki "Singa Merah" karena keberaniannya dalam membela Islam di medan perang melawan kaum kafir.
Mari kita telusuri kisah Nusaibah binti Ka'ab.
Nusaibah binti Ka'ab, yang juga dikenal sebagai Ummu Umarah, mendapat julukan "Singa Merah" karena keberaniannya yang luar biasa di medan perang. Ia dikenal sebagai seorang pejuang tangguh yang tak gentar menghadapi musuh. Nusaibah binti Ka'ab adalah seorang wanita yang sangat mendalami imannya. Ia begitu dekat dengan Allah SWT, sehingga seolah-olah melihat-Nya dengan mata kepala sendiri.
Nusaibah binti Ka'ab dikenal sebagai pribadi yang tekun beribadah, selalu bertahajud setiap malam. Ia merupakan salah satu anggota kaum Anshar, seperti yang disebutkan dalam surah Al-Hasyr ayat 9: "Orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota (Madinah) dan beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mencintai orang yang berhijrah ke (tempat) mereka. Mereka tidak mendapatkan keinginan di dalam hatinya terhadap apa yang diberikan (kepada Muhajirin). Mereka mengutamakan (Muhajirin) daripada dirinya sendiri meskipun mempunyai keperluan yang mendesak. Siapa yang menjaga dirinya dari kekikiran itulah orang-orang yang beruntung."
Kisah inspiratif Nusaibah binti Ka'ab dapat ditemukan dalam buku "Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 2" karya Ali Muhammad Ash-Shallabi. Dalam Perang Uhud, Nusaibah binti Ka'ab menjadi satu-satunya wanita yang ikut bertempur melawan pasukan musyrik. Cucu Nusaibah binti Ka'ab menceritakan bahwa neneknya ikut serta dalam Perang Uhud dan bertugas memberikan minum kepada para tentara yang kehausan.
Rasulullah SAW bersabda, "Kedudukan Nusaibah binti Ka'ab hari ini lebih mulia daripada kedudukan si fulan dan fulan." Nusaibah binti Ka'ab tak hanya memberikan pertolongan, namun juga ikut mengangkat pedang untuk melawan musuh Allah SWT. Rasulullah SAW melihat Nusaibah binti Ka'ab berjuang dengan penuh semangat. Ia mengikat pakaiannya dengan erat dan tak gentar menghadapi musuh, hingga akhirnya menerima tiga belas luka di tubuhnya.
![]() |
| Ilustrasi wanita yang ikut serta dalam berperang Credits :A1.art |
Nusaibah binti Ka'ab ikut memandikan neneknya ketika wafat dan bersaksi bahwa di tubuh neneknya terdapat tiga belas luka yang parah. Nusaibah binti Ka'ab membutuhkan waktu satu tahun untuk menyembuhkan luka-lukanya. Namun, ketika menyeru perang kembali berkumandang untuk membela Islam di Hamra' Al-Asad, Nusaibah binti Ka'ab langsung berangkat meskipun lukanya belum sembuh. Ia mengikat lukanya dengan kain, namun darah terus mengalir.
Setelah kembali dari Hamra' Al-Asad, Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Ka'ab Al-Mazini, saudara Nusaibah binti Ka'ab, untuk menanyakan keadaannya. Abdullah melaporkan kondisi Nusaibah kepada Rasulullah SAW, dan beliau sangat gembira mendengarnya.
Ustadz Husain Al-Bakiri menyatakan bahwa tidak ada riwayat shahih tentang perempuan yang ikut berperang bersama laki-laki, kecuali kisah Nusaibah binti Ka'ab. Ia menjelaskan bahwa partisipasi Nusaibah binti Ka'ab dalam perang merupakan tindakan darurat, karena banyak pasukan yang menjaga Rasulullah SAW gugur.
Kisah Nusaibah binti Ka'ab mengajarkan kita tentang kekuatan iman, semangat juang, dan keberanian dalam membela kebenaran. Apa pelajaran yang Anda petik dari kisah Nusaibah binti Ka'ab? Bagikan pemikiran Anda di kolom komentar!
Semoga kisah Nusaibah binti Ka'ab ini bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyampaian. Kebenaran hanya milik Allah SWT, dan kesalahan berasal dari diri penulis sendiri. Sampai jumpa di episode selanjutnya! Barakallah.
Tags : Kisah inspiratif muslim timur Tengah,perisai rasulullah,singa merah dari arab,perang Uhud,sahabat wanita,rasulullah.
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar