Jumat, 27 September 2024

'Belajar dari Juwaibar'- • Menjadi muslim pemberani.|Inspiratif|

 

Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. Kredit: Pixabay.com| ifann

Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya dimanapun kalian berada,episode kali ini penulis akan men-share alias membagikan lagi satu cerita menarik yang insya Allah bisa memberikan inspirasi serta motivasi buat kita semua untuk menjalankan kehidupan sehari-hari .

Kali ini penulis mengambil judul tema yaitu :

Belajar dari Juwaibar -Pemuda asal yamamah : menjadi seorang muslim memerintah .

Berikut ini merupakan liputannya.(Mohon maaf maksud penulis jalan cerita tersebut)

Dilansir dari website bernama beritaalternatif.com ini menyebutkan bahwa Juwaibar merupakan seorang pemuda yang berasal dari yamamah, dimana kehidupannya yang dipenuhi kesulitan.

Foto ilustrasi anak kecil bertubuh pendek dan berkulit hitam.Kredit : Pixabay.com|Wenfotos

Meskipun memiliki tubuh yang pendek, rupa buruk dan berkulit hitam legam itu, kisahnya menjadi pembuktian hidup bagi siapa pun yang dianggap rendah di dalam lingkungan / norma sosial.

Sikap Keberanian dan ketabahannya menggelora bagaimana gunung berapi pada saat dia memilih hidup dijalan Islam, dia mengubah takdirnya menjadi aliran kehidupan yang mempesona dan penuh arti.

Rasulullah pun menyambutnya dengan tangan terbuka, melihat adanya potensi dan kebaikan di balik penampilannya yang cukup membuat hati terhenyuh setelah memeluk agama Islam, dia menjadi seorang muslim yang tekun dan baik. Rasulullah menganugerahkan tempat yang istimewa untuk shalat di dalam masjid, memenuhi segala kebutuhannya, dan memberikan bimbingan keagamaan yang mendalam pada dirinya.

Foto ilustrasi mesjid yang dikunjungi juwaibar untuk melaksanakan 
kewajibannya Sholat 5 waktu. Kredit : Pixabay.com|olgazoik

Pada saat masjid terlihat semakin sempit karena banyaknya orang yang memeluk agama Islam, Allah Swt memerintahkan untuk membangun “As-Suffah,” yaitu sebuah balai penampungan yang menjadi tempat berlindung bagi orang-orang asing dan miskin yang baru memeluk Islam kepada Nabi Muhammad SAW. .

Dari sana, akhirnya dia menemukan sebuah rumah yang baru, yaitu sebuah tempat di mana dia merasa betul diterima dan dihargai sebagai bagian dari umat Islam. 

Dengan kebijaksanaan dan perhatian yang diberikan kepadanya, Rasulullah swt melihat adanya sebuah potensi besar dalam diri pemuda tersebut.

Puncaknya terjadi pada saat Rasulullah memperhatikan keadaannya dan merasa bahwa sudah waktunya untuk menikah. Dengan kebijaksanaan dan kelembutan yang melekat padanya, Rasulullah SAW pun menyarankan kepada dirinya untuk menyegerakannya.,

Foto ilustrasi orang yang menikah 
dengan pasangan hidup secara islami.Kredit : Pixabay.com|Adelkazaika

Beliau pun berkata: “Wahai Amirul mukminin, jika engkau beristri, itu akan lebih baik bagimu.”

 Meskipun dia dengan ujur mengakui keterbatasannya, namun Rasulullah memberikannya sebuah pandangan baru tentang keadilan dan persamaan dalam Islam. Dengan bijak dan penuh kelembutan, Dia menggambarkan keadilan Islam yang menghapus batasan-batasan dunia jahiliyah.

Baca juga : kisah bocah hafidz Qur'an yang menderita cerebral palsy

Rasulullah pun kembali berkata kepada dia bahwa “Dengan memeluk agama Islam, Allah merendahkan orang yang terhormat di masa jahiliyah, dan memuliakan serta mengangkat derajat orang yang di masa jahiliyah dianggap hina,”

Dalam  ajaran Islam, semua manusia itu sama saja, baik dari berbagai latar belakang dan warna kulit,  semua itu setara atau sama di hadapan Allah SWT.

Rasulullah pun membantu Juwaibar dalam misi utamanya yaitu menemukan pasangan hidup, Dia mengirim pemuda itu  kepada seorang pemuka dari kaum Anshar bernama Ziyad bin Labid,  tentu saja untuk meminang putrinya yang dikenal cantik. Walaupun pada awalnya ragu, namun dengan petunjuk Allah dan bimbingan Rasulullah, Ziyad menerima Juwaibar sebagai menantunya dan merestuinya untuk menikahi putrinya yang bernama Zulfa.

Namun, cerita ini tidak cukup sampai disitu saja . Walaupun ditempatkan dalam kehidupan yang lebih nyaman,diapun  memutuskan untuk merenung dalam ibadah selama tiga hari tiga malam. Keputusan ini didasari atas dedikasinya untuk  selalu bersyukur kepada Allah SWT dan mendekatkan diri pada-Nya. Tidak hanya dengan melakukan  puasa dan shalat, tetapi juga pengabdian penuh hati kepada Sang khalik Yaitu Allah SWT.

Keputusan tersebut cukup membuat Ziyad dan Rasulullah merasa terkejut. Namun, dia dengan sangat tegas menjelaskan bahwa ia ingin mensyukuri semua anugerah Allah swt dan untuk  mendekatkan diri kepada-Nya. Ia membuktikan  janji atau lebih tepatnya komitmennya dengan melakukan shalat malam dan puasa di siang hari.

Di hari ketiganya, Diapun menepati janjinya. Dengan penuh kesyukuran dan tekad yang kokoh, ia bersama istrinya me memasuki rumahnya tersebut dan hidup  di dalam keharmonisan yang sempurna, di mana cinta dan kebahagiaan melampaui batasan sosial dan materi. 

Pada akhirnya,  terdapat suatu peristiwa besar dimana Juwaibar  mati syahid dalam suatu peperangan dalam mendampingi Rasulullah dalam membela agama Allah SWT. Subhanallah.

Dari cerita tersebut dapat diambil sebuah kesimpulan  bahwa untuk mencapai tujuan hidup jangka panjang kita harus terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah supaya mendapatkan hasil yang maksimal dan baik seperti yang dialami oleh Juwaibir pada saat menikahi istrinya bernama Zulfa.

Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan kepada kalian semua tentang berita tersebut, semoga bermanfaat.

Penulis pamit undur diri dulu dan tidak lupa mohon maaf kalau ada kekeliruan/kesalahan  baik dalam kata-kata maupun kalimat dalam menyampaikan berita ini kepada kalian semuanya karena kebenaran merupakan mutlak milik Allah SWT dan kesalahan berasal dari diri pribadi penulis sendiri.

Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya/yang akan datang.

Sekian dan terimakasih.

Barakallah 

Source: Beritaalternatif.com

Tags : kisah inspiratif islami ,Juwaibar,hitam,pendek,miskin,sahabat Rasulullah,misi,perang,nikah,syahid.

==============================

*Pemilik resmi alias Hak cipta blog ini adalah : ©catatanringanramadhan1445h. Ditulis dan diterbitkan pada tahun@2024.Diberdayakan oleh:Blogger.com™









Tidak ada komentar: