Senin, 11 November 2024

"Syaikh Abdullah: Cahaya Ilmu di Balik Kegelapan"

 

Ilustration this episode edited by Kapwing.
Credits: Neuralwritter.com,text to foto AI 


Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian semua berada,Episode Kali ini penulis kembali akan men-share dan menyampaikan kepada kalian semua sebuah kisah inspiratif lokal yang didapat dari media elektronik yaitu internet lebih tepatnya website dengan judul:

 Kisah seorang ulama yang buta semenjak belia : Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid.

Berikut ini merupakan kisah selengkapnya mengenai hal tersebut.

Syaikh Abdullah lahir di kota Riyadh pada bulan ramadhan tahun 1329 H atau kalau dikonversikan menjadi tahun 1908 M. Beliau mengalami kebutaan pada saat usianya masih belia atau muda, namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk memiliki akhlak yang baik.

Foto ilustrasi dirinya sedang menghafal Al-Qur'an sedari kecil bersama teman-temannya.
(Pixabay.com/Engula)

Beliau menghafalkan Al-Qur'an semenjak kecil dan hal itu dilakukannya sambil menuntut ilmu agama dengan penuh kesabaran.Syeikh tersebut belajar atau menuntut ilmu kepada para ulama yang berada di kota tersebut dan juga ulama dari kota lainnya yang mengunjungi kota Beliau juga mampu dalam menguasai beberapa jenis pelajaran dengan sangat baik alias sangat baik dan juga para Guru-guru beliau memujinya karena kecerdasan atau kecemerlangan otaknya.

Diantara guru -guru yang telah mengajarkan ilmunya sehingga menjadi seorang syaikh diantaranya sebagai berikut ini: Syaikh Hamad bin Faris Rahimatullah ( beliau mendapatkan ilmu bahasa arab dan hadis),Sa'ad bin Hamad bin 'athiq Rahimatullah ( belajar akidah dan cabang -cabang keimanan) dan juga guru-guru beserta ilmu lainnya yang didapat oleh Syaikh tersebut.

Kepiawaiannya serta semangatnya dalam menuntut dan menebarkan ilmu sudah tidak diragukan lagi,dengan kata lain mumpuni,sehingga salah satu gurunya menunjuk Syaikh mengajar di pendidikan dasar sekaligus juga menjadi asistennya kemanapun gurunya tersebut pergi.. Subhanallah .

Pada Tahun 1357 H yaitu pada masa Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Abdul Aziz,beliau mengangkatnya menjadi Qadhi untuk wilayah Sudayr. Lalu pada Tahun 1363 H, kembali ditunjuk lagi menjadi Qadhi untuk wilayah Buraydah dan sekitarnya. Kemudian pada tahun 1377 H beliau meminta ijin untuk berhenti menjadi seorang Qadhi dikarenakan dia ingin lebih berkonsentrasi dalam ibadah dan mengajar.

Foto kota Buraidah,Arab Saudi. (Wikipedia.com/Daydream.pho)

Pada era atau masa Raja Faishal, Beliau mengangkat Syaikh tersebut untuk menjadi seorang pengarah aktivitas keagamaan di Masjidil Haram, yang bertugas untuk mengajar sekaligus memberi fatwa di sana. Subhanallah 

Pada tahun 1395 H yaitu pada era Raja Khalid rahimahullah, Beliau memilih Syaikh Abdullah untuk menjadi seorang Kepala Komite Qadhi Senior, menjadikannya juga sebagai anggota Lembaga Ulama Senior, Kepala Komite dibidang Yurisprudensi (hal yang berkaitan dengan hukum-hukum Islam), dan menjadi anggota dari Komite Pendanaan Ar-Rabithah Al-Alam Al-Islami.

Masya Allah , Benar -Benar sebuah pencapaian yang luar biasa pada masa itu.

Pada hari Rabu, 20 Dzul Qa'dah 1402 H Beliau wafat atau meninggal dunia.Kemudian Jenazah Syaikh tersebut disalatkan di kawasan Masjidil Haram dengan dihadiri banyak kaum muslimin. Semoga Allah SWT selalu merahmati beliau sampai akhir hayatnya.Aamiin Ya Rab 

Sampai bertemu kembali pada episode yang akan datang.

Sekian dan Terima Kasih,

 barakallah 

Sumber: kisahmuslim.com

Tags:kisah inspiratif, ulama buta,usia belia,cemerang,akhlak, akting ilmu,raja,Qadhi, Masjidil haram.


"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Tidak ada komentar: