Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian berada, Episode Kali ini penulis kembali akan men-share dan menyampaikan kepada kalian semua sebuah kisah inspiratif yang didapat dari media elektronik yaitu internet lebih tepatnya dengan judul : - Adzan Pertama: Kisah Keberanian dan Ketaatan Bilal bin Rabah Berikut ini cerita selengkapnya menurut versi penulis.. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah! Di tengah bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mari kita renungkan kisah inspiratif seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang luar biasa, Bilal bin Rabah." Diceritakan pada suatu hari di sudut Ummul Quro kota Mekkah terdapat seorang pemuda berkulit hitam legam yang disiksa secara kejam dan tidak beradab karena ketahuan telah menganut agama Islam. Mengapa dia mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari majikannya tersebut? Ini karena dia sangat tertarik dengan pribadi dari Nabi Muhammad SAW pada saat berdakwah atau lebih tepatnya mengajarkannya kalimat tauhid yang mengesakan Tuhan Yang Maha Kuasa atau lebih tepatnya untuk beriman kepada Allah SWT. Hal inilah yang menjadikannya menjadi golongan atau kelompok yang pertama berkulit hitam dari kalangan hamba sahaya/budak yang masuk ke dalam agama Islam tersebut. Tentu saja majikan yang bernama Ummayah bin Khalaf tersebut merasa terhina dan murka bukan kepalang kepadanya pada saat mengetahui hal tersebut. Baca juga kuy: Rahasia ketenangan hati dalam islam Sang majikan pun kemudian menyiksanya dengan hukuman yang sangat keji yaitu dengan cara di pukul dengan menggunakan cemeti atau cambuk berkali-kali kemudian mengikat dan dihimpit dengan batu serta dijemur di sebuah Padang pasir yang amat gersang dengan tujuan agar dia kembali ke agama yang dia anut sebelumnya. Tapi perbuatan tersebut malah tidak memberikan efek atau dampak apapun dia malah mengucapkan "Ahadun Ahad" berulang kali, yang kalau di artikan menjadi bahasa Indonesia sobat blogger semuanya sekalian menjadi kalimat "Allah maha esa." Dia ini sendiri merupakan seorang pemuda berkulit hitam yang mempunyai nama lengkap yaitu Bilal bin Rabah atau lebih dikenal dengan nama Bilal yang merupakan buah hati atau anak dari pasangan suami istri yaitu sang ayah bernama Rabah dan ibundanya yang bernama Hamamah. Dia merupakan keturunan dari Bani Habasyah atau lebih dikenal dengan nama negara Ethiopia yang tinggal di kota Mekkah, Arab Saudi. Ketika Sang Ayahanda tersebut meninggal dunia,dia mewarisi dirinya yang mempekerjakannya. Kita kembali ke topik utama lagi ya teman-teman blogger semuanya,setelah hampir setiap hari Bilal disiksa oleh majikan pada akhirnya berita tersebut sampai juga atau lebih didengarkan oleh salah satu sahabat Rasulullah Saw yang bernama Abu bakar, kemudian dia bermaksud untuk memaafkannya dengan harga yang tidak murah alias cukup menguras isi tabungan kalau kata anak Sekarang mahπ π. Setelah melalui negoisasi yang cukup lama dan banyak.Pada akhirnya Bilal dibebaskan dan kemudian dia menjadi salah seorang sahabat Rasulullah dari kalangan hamba sahaya. Subhanallah.. Menjadi seorang Muadzin pertama pada masa Rasulullah Sobat blogger semuanya sekalian,setelah tiba di kota Madinah dia bertemu dengan Rasulullah kemudian memeluknya serta menceritakan semua kejadian yang sudah dialami oleh dirinya sendiri.Singkat cerita,dia pun diangkat atau diberikan pekerjaan oleh Rasulullah untuk menjadi seorang Muadzin atau orang yang mengumandangkan adzan pada saat mesjid Nabawi tersebut sudah selesai dibangun. Ada banyak pertimbangan yang membuat Bilal mendapatkan gelar atau julukan sebagai Muadzin Ar Rasullah diantaranya adalah karena suaranya yang cukup lantang dan merdu, selain itu juga merupakan sosok pria yang fungsinya dan juga sebagai lambang persamaan manusia di dalam persamaan dalam khidmat atau kerelaan dalam ketauhidan kepada Allah SWT. . . . Dia selalu mengumandangkan adzan selama 5 waktu kepada kaum muslimin yang berada di daerah Madinah dan sekitarnya untuk melaksanakan shalat di masjid Nabawi. . Hal ini terbukti pada Rasulullah berdakwah pada masa awal dan masih banyak terdapat kaum kafir Quraisy dan jahiliyah yang secara sengaja atau terang-terangan menganggu keamanan dan membuat teror kepadanya, Bilal bin Rabah tetap setia kepadanya dan tetap menjadi muadzin demi mempertahankan syiar terhadap agama Allah sobat tersebut blogger semuanya sekalian. Adzan terakhir Bilal bin Rabah Rasa sedih dan duka yang sangat mendalam dirasakan oleh Bilal pada saat Rasulullah SAW meninggal dunia. Dia meminta izin untuk pergi atau hijrah ke negeri syam yang sekarang disebut Damaskus oleh salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Abu bakar yang sudah menjadi Khalifah penggantinya dengan tujuan untuk menenangkan dirinya.Walaupun berat pada akhirnya Khalifah tersebut menyetujuinya dan membiarkan dia pergi ke tempat tersebut. Baca juga kuys:Review buku: Islam yang saya anut Tentunya kepergiannya membuat sebagian besar masyarakat Madinah merasa sedih karena sudah tidak ada lagi orang yang bisa mengumandangkan azan..terlebih lagi setelah Nabi Muhammad SAW sudah wafat. Bertahun-tahun lamanya dia tinggal di negeri tersebut walaupun pernah di satu waktu salah seorang Khalifah bernama Umar bin Khattab datang kesana dan membujuknya untuk kembali ke Madinah hanya dia selalu menolak tawaran tersebut karena dia masih memiliki duka yang sangat mendalam setelah Rasulullah meninggal dunia. Sobat blogger sekalian setelah kejadian tersebut sang waktu kembali bergulir selama bulan demi bulan hingga pada suatu hari di malam hari dia tertidur dan kemudian bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Didalam masjid mimpinya tersebut dia ditegur oleh Rasulullah yang bertanya mengapa dia tidak mengunjungi setelah beliau wafat,hal inilah yang membuat Bilal merasakan ketakutan karena khawatir akan ditinggal oleh Rasulullah. Keesokan harinya lebih tepatnya di pagi hari dia memohon izin kepada keluarganya untuk pergi kembali ke kota Madinah dengan tujuan untuk berziarah ke Makam Rasulullah SAW. Pada saat sampai di kota tersebut,dia disambut dengan cucu nabi yang bernama Hassan dan Hussain yang menanyakan kabar pamannya tersebut kemudian mengajaknya kembali untuk menjadi seorang Muadzin di mesjid Nabawi. Tentu saja Bilal bin Rabah dengan senang hati menyanggupinya. Dia pun memulai untuk azan di mesjid tersebut walaupun suaranya tidak selantang seperti masa muda dahulu namun bagi sebagian besar masyarakat Madinah merasa kaget dan familiar dengan suara tersebut kemudian mereka berjalan menuju ke Mesjid untuk melaksanakan shalat lima waktu,dan pada saat sampai disana mereka melihat ternyata Bilal kembali menjadi seorang Muadzin itulah yang membuat warga menjadi menangis terharu karena kerinduan kepada Rasulullah dirasakan oleh mereka semua dan tidak hanya oleh Bilal seorang. π’π₯Ίπ’π₯Ί Beberapa saat kemudian, Bilal bin Rabah kembali lagi ke kota syam kemudian meninggal dunia di kota tersebut pada saat usianya memasuki yang ke 63 Tahun atau lebih tepatnya sekitar tahun 20 atau 21 Hijriah.. Ceritanya pun selesai... Dari cerita tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kita harus senantiasa terus istiqamah dalam memeluk agama Islam seperti yang dialami oleh Bilal bin Rabah yang jejak serta ketaatan dan kepatuhannya kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sudah tidak diragukan lagi terbukti dengan dia menjadi seorang Muadzin yang mengumandangkan Adzan di mesjid Nabawi kota madinah dan juga terus memupuk keimanannya walaupun pada saat itu kehidupannya terlihat sangat getir sebagai seorang budak/hamba sahaya sampai akhirnya di bebaskan oleh Abu bakar. Subhanallah Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan cerita tersebut kepada kalian semuanya para blogger sekalian,semoga kisah tersebut bermanfaat Sekian dan terimakasih.. Barakallah Sumber : berita upi.id Menandai; Bilal bin rabah ,Sahabat Rasulullah,Kisah inspiratif Muslim,medeladani,jejak, kepatuhan , ketatan =========================== *Pemilik resmi alias Hak cipta blog ini adalah : © catatanringanramadhan1445h . Ditulis dan diterbitkan pada tahun@ 2024 .Diberdayakan oleh: Blogger.com™ |
Rabu, 25 Desember 2024
Adzan Pertama: Kisah Keberanian dan Ketaatan Bilal bin Rabah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. (Credits: Pixabay.com,hitesh0141) Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sobat Blogger! Mem...
-
Ilustration this episode edited by Kapwing. Credits: Neuralwritter.com,text to foto AI Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekal...

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar