![]() |
| Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. (Credits: Pixabay.com) |
Kesenangan: Ujian Syukur dan Ketaatan
![]() |
| Ilustrasi manusia yang bersyukur kepada Allah karena masih menikmati udara pagi. ( Credits: pixabay.com) |
![]() |
| Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. (Credits: Pixabay.com) |
![]() |
| Ilustrasi manusia yang bersyukur kepada Allah karena masih menikmati udara pagi. ( Credits: pixabay.com) |
Source/ referensi:Liputan6.com
===============================
Pemilik resmi alias Hak cipta blog ini adalah : © catatanringanramadhan1445h . Ditulis dan diterbitkan pada tahun@ 2024 .Diberdayakan oleh: Blogger.com™
![]() |
| Ilustration this episode edited by Kapwing. (Credits: Pixabay.com) |
Sumber : motivasiislami.com
Revisi artikel oleh, Cici sang penulis AI
![]() |
| Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. Kredit: Haiper.AI |
![]() |
| Ilustrasi foto sufi wanita yang mempengaruhi dunia tasawuf, Rabiah al-adawiyah. (Credits:Kalam.sindonews.com) |
Baca juga kuys ; kisah raeni perempuan melawan keterbatasan yang berhasil menjadi dosen universitas
Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan kepada kalian semua tentang berita tersebut, semoga bermanfaat.
Penulis pamit undur diri dulu dan tidak lupa mohon maaf kalau ada kekeliruan/kesalahan baik dalam kata-kata maupun kalimat dalam menyampaikan berita ini kepada kalian semuanya karena kebenaran merupakan mutlak milik Allah SWT dan kesalahan berasal dari diri pribadi penulis sendiri.
Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya/yang akan datang.
Sekian dan terima kasih.
Sumber: Baktipemuda.org
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"
![]() |
| Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. (Pixabay.com) |
Ramadhan Reflection: Menelusuri Jejak Hikmah Ramadan, Meraih Ketenangan Jiwa, dan Berbagi Inspirasi."
Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian berada,
Episode Kali ini penulis kembali akan men-share dan menyampaikan kepada kalian semua sebuah kisah inspiratif yang didapat dari media elektronik yaitu internet lebih tepatnya dengan judul :
- Simak: 3 Wanita Inspiratif yang Berkontribusi di Dunia Kesehatan pada Masa Rasulullah
Berikut ini cerita selengkapnya menurut versi penulis..
Islam sangat penting dalam kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Pada masa Rasulullah SAW, perhatian terhadap kesehatan juga sangat diperhatikan. Meskipun sumber sejarah tentang peran perempuan dalam bidang kesehatan pada masa itu terbatas, namun beberapa nama perempuan yang berjasa dalam bidang kesehatan telah tercatat. Artikel ini akan membahas tiga di antaranya yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia kesehatan pada masa Rasulullah SAW. Perlu diingat bahwa informasi mengenai tokoh-tokoh ini mungkin terbatas dan sebagian besar bersumber dari sejarah dan tradisi lisan.
1. Ruqayyah binti Muhammad SAW :
![]() |
| Ilustrasi foto Ruqayyah binti Muhammad SAW (Canva.com text to foto AI) |
Meskipun dikenal sebagai putri Rasulullah SAW, Ruqayyah juga dikenal karena kepeduliannya terhadap kesehatan. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa dia aktif membantu merawat orang sakit dan memberikan bantuan medis sederhana pada masa itu. Sebagai putri Nabi, beliau juga ikut memberikan contoh teladan bagi perempuan lainnya untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan. Meskipun tidak terdapat detail spesifik mengenai keahlian medisnya, ia melamar dalam memberikan perawatan dan dukungan kepada dokter yang menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi.
2. Ummu Sulaim:
![]() |
| Ilustrasi Ummu sulaim (Canva.com,text to foto AI) |
Ummu Sulaim binti Milhan, istri dari Abu Thalhah al-Anshari, dikenal sebagai seorang perempuan yang cerdas dan memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional. Beberapa riwayat menyebutkan keahliannya dalam mengobati penyakit, terutama penyakit umum yang terjadi pada masa itu. Keahliannya ini berasal dari pengalaman dan pengetahuan turun temurun, yang kemudian diumumkan kepada masyarakat. Perannya menunjukkan bahwa perempuan pada masa itu juga memiliki peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan.
3. Ummu Atiyyah:
![]() |
| Ilustrasi Ummu Athiyyah (Canva.com,text to foto AI) |
Ummu Atiyyah al-Anshariyyah dikenal sebagai seorang bidan yang terampil. Keahliannya dalam membantu persalinan sangat dibutuhkan pada masa itu, mengingat angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. Perannya sebagai bidan menunjukkan bahwa perempuan pada masa Rasulullah SAW juga berperan aktif dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi. Keahlian dan dedikasinya dalam membantu proses persalinan menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Dari semua penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Meskipun mengenai tenaga medis perempuan pada masa Rasulullah SAW terbatas, tokoh ketiga di atas menunjukkan bahwa perempuan telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang kesehatan. Mereka tidak hanya memberikan perawatan dasar medis, namun juga berperan sebagai teladan dalam kepedulian dan empati terhadap sesama. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi perempuan muslim masa kini untuk terus berkontribusi dalam memajukan dunia kesehatan dan memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Semoga kisah mereka dapat menginspirasi kita semua untuk senantiasa berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesama.
Bagikan refleksi Ramadan Anda di kolom komentar Mari kita saling menginspirasi dan memperkaya makna Ramadan bersama."
Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan kepada kalian semua tentang berita tersebut, semoga bermanfaat.
Penulis pamit undur diri dulu dan tidak lupa mohon maaf kalau ada kekeliruan/kesalahan baik dalam kata-kata maupun kalimat dalam menyampaikan berita ini kepada kalian semuanya karena kebenaran merupakan mutlak milik Allah SWT dan kesalahan berasal dari diri pribadi penulis sendiri.
Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya/yang akan datang.
Sekian dan terimakasih
Barakallah
Sumber: Beritahariini.kumparan.com
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI""
![]() |
| Ilustration this episode edited by Kapwing. Credits: Pixabay.com |
Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian berada,
Episode Kali ini penulis kembali akan men-share dan menyampaikan kepada kalian semua sebuah kisah inspiratif yang didapat dari media elektronik yaitu internet lebih tepatnya dengan judul :
IMAN MANUSIA : FAKTOR YANG MENYEBABKAN TURUN DAN NAIKNYA DALAM AGAMA ISLAM.
Berikut ini cerita selengkapnya menurut versi penulis..
Pernahkah kamu merasakan getaran iman yang begitu kuat, lalu tiba-tiba redup? Kisah ini akan membantumu memahami mengapa hal itu terjadi.
Mengapa Iman Kita Naik Turun? Memahami Dinamika Iman dalam Islam
Iman, sebagai landasan utama dalam Islam, bukanlah sesuatu yang statis dan tetap. Justru, perjalanan spiritual seorang muslim dilanda oleh pasang surutnya iman, layaknya ombak di lautan. Perasaan dekat dan jauh dengan Allah SWT, kuat dan rapuhnya keyakinan, merupakan hal yang lumrah dan dialami oleh setiap muslim, bahkan para nabi sekalipun. Memahami dinamika ini sangat penting agar kita tidak berkecil hati saat iman terasa melemah, dan tetap bersyukur saat iman terasa kuat.
Terdapat Beberapa faktor dapat mempengaruhi naik turunnya iman kita. Di antaranya adalah sebagai berikut;
Sholat yang khusyuk, membaca Al-Quran dengan tadabbur, berdzikir, dan berdoa akan memperkuat ikatan kita dengan Allah SWT, sehingga iman pun akan semakin kokoh. Sebaliknya, menjauhi ibadah dapat memicu ikatan tersebut.
Kesedihan, ketakutan, dan tekanan hidup dapat mempengaruhi keimanan seseorang. Namun, ujian-ujian hidup ini juga bisa menjadi sarana untuk menguji dan menguatkan iman.
Manusia memiliki hawa nafsu yang senantiasa mengajak untuk berburu. Kemampuan kita untuk melawan hawa nafsu akan menentukan kekuatan iman kita.
Melakukan amal shalih secara konsisten, seperti bersedekah, membantu sesama, dan menebar kebaikan, akan memperkuat iman.
Setelah kita semua sudah mengetahui semua faktor tersebut,Berikut ini penulis sampaikan kepada kalian semua tentang merupakan tips dalam memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Meskipun iman bersifat dinamis, kita tetap dapat menjaga dan memperkuatnya dengan beberapa cara yang antara lain sebagai berikut ini:
Konsistensi dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah merupakan kunci utama untuk menjaga dan memperkuat iman.
Mempelajari agama Islam secara mendalam akan menambah pemahaman dan keyakinan kita.
Berteman dengan orang-orang yang baik dan beriman akan memberikan pengaruh positif terhadap keimanan kita.
Berdoa kepada Allah SWT memohon kekuatan iman dan bertaubat atas kesalahan yang telah dilakukan merupakan langkah penting untuk memperkuat iman.
Cobaan hidup merupakan ujian yang dapat memperkuat iman jika kita mampu bersabar dan ikhlas menerima.
Nah sobat blogger semua ya dari semua penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Iman naik turun adalah realitas yang tak terelakkan. Namun, di balik pasang surutnya, tersembunyi hikmah dan pelajaran berharga. Mari kita renungkan bersama, bagaiamana kita dapat menjadikan pasang surut iman sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Allah.
Bagikan pengalaman dan refleksi Anda di kolom komentar, agar kita dapat saling menguatkan dan menginspirasi dalam menapaki jalan menuju iman yang kokoh.
Sekian dan terima kasih
Jazakumullah
Sumber : Muslim.or.id
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI""
![]() |
| Ilustration episode inll diedit dengan kapwing. (Canva.com/text to foto AI) |
Assalamu'alaikum wrwb sobat blogger semuanya. Selamat datang di renungan ramadhan, sebuah tempat dimana kita akan berkelana dalam dunia literasi Islami, menemukan inspirasi dari kisah-kisah inspiratif, dan menggali makna terdalam dari Al-Quran dan kisah para Nabi. Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang penuh harap dan jiwa yang haus akan ilmu.
Kali ini kita akan membahas tentang sebuah kisah islami dengan nama
- Makna Ramadhan: Menggali Hikmah dari 3 Peristiwa Bersejarah dalam Islam.
Berikut ini merupakan ulasan terkait dengan berita tersebut.
Bulan Ramadhan menyimpan banyak rahasia dan keistimewaan. Para ulama menyebut bulan Ramadhan merupakan bulannya umat Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) karena di dalamnya Allah melimpahkan kebaikan, berkah, rahmat dan karunia yang sangat banyak.
Dalam Kitab An-Nashoihud Diniyah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad mengemukakan tiga peristiwa besar di bulan Ramadhan:
![]() |
| Ilustrasi perang badar. (Canva.com/text to foto AI) |
Pada bulan Ramadhan tepatnya hari ke-17 terjadi sebuah peristiwa besar yaitu perang Badar. Hari itu dinamakan Yaumul furqan dimana dua golongan saling berhadapan. Peristiwa ini merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya.
Perang ini terjadi pada Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah (atau 13 Maret 624 Masehi). Pasukan kaum muslim yang hanya berjumlah 313 orang menghadapi pasukan kafir Quraisy Makkah yang berjumlah 1.000 orang lebih. Dalam pertempuran ini, Allah memberikan kemenangan kepada pasukan Muslim yang dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW. Pasukan muslim menghancurkan pertahanan pasukan Quraisy. Inilah kemenangan besar umat muslim yang terjadi di Bulan Ramadhan.
![]() |
| Ilustrasi penalukan kota Mekkah. (Canva.com/text to foto AI) |
Penaklukan Makkah dikenal dengan istilah Fathu Makkah. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena terjadi pada bulan Ramadhan (tanggal 10) tahun 8 Hijriyah (atau tahun 630). Saat itu Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah.
Kemudian menguasai Kota Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun. Kaum muslimin juga menghancurkan berhala yang ada di dalam dan sekitar Ka'bah. Setelah itu orang-orang Quraisy Makkah memeluk Islam secara berbondong-bondong.
Peristiwa ketiga adalah Lailatul Qadr yaitu malam mulia yang terjadi di bulan Ramadhan. Al-Qur'an menyebutnya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Peristiwa ini juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an. Keistimewaan malam ini diabadikan dalam Surat Al-Qadr, surat ke-97.
Habib Abdullah bin Alwi Haddad mengatakan, barangsiapa mendapati malam itu dan beramal di dalamnya dengan melakukan ketaatan kepada Allah selama 12 tahun misalnya, maka pahalanya sama dengan melakukan ketaatan kepada Allah seribu tahun. Betapa banyak barokah dan kebaikan di bulan Ramadhan.
Pada bulan suci Ramadhan juga terjadi peristiwa penting bagi umat Islam yakni Nuzulul Qur'an, peristiwa diturunkannya Al-Qur'an ke bumi melalui perantara Malaikat Jibril.
Ibnu Abbas menjelaskan yang dimaksud turunnya Al-Qur'an adalah turunnya Al-Qur'an secara berkala ke Baitul 'Izzah di langit dunia untuk menunjukkan kepada para Malaikat dan selanjutnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap selama 23 tahun sejak beliau diutus hingga wafatnya.
Di negara-negara Arab, salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati malam Lailatul Qadar yang biasanya serempak dirayakan pada malam ke-27. Sementara di Indonesia, malam Nuzulul Qur'an diperingati pada malam ke-17 Ramadhan.
Dari semua penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ketiga peristiwa bersejarah di bulan Ramadhan ini memberikan pelajaran berharga bagi kita. Semoga dengan memikirkan peristiwa-peristiwa tersebut, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Ramadhan dan sepanjang tahun.
Aamiin ya rabbal alamin.
Semoga "Catatan Ringan Ramadhan 2024" ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua dalam menjalani ibadah di bulan suci ini. Kalian juga dapat memberikan komentar agar blog ini semakin maju dan berkembang lagi menuju ke arah yang lebih baik lagi.
Penulis pamit undur diri dan sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya.
Barakallah
Rujukan: unpak.ac.id
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"