 |
Ilustraton this episode edited by kapwing (Credits: Pixabay.com,mufidpwt)
Angka ini dianggap sebagai angka bencana atau pembawa sial di beberapa negara di bagian barat,namun kita sebagai umat muslim harus yakin Segala sesuatunya Allah yang menentukan baik itu baik maupun buruk.Tidak terasa kita sudah memasuki episode yang ketiga belas. Assalamualaikum sobat blogger semuanya, kali ini saya kembali men-share kembali sebuah kisah nyata yang saya baca dari website berita terkini di internet. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Asal Mula RaeniRaeni lahir di tengah keluarga sederhana di sebuah kampung kecil di Jawa Tengah. Ayahnya, Bapak Mugiono, adalah seorang tukang becak yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Sejak kecil, Raeni terbiasa melihat dia berjuang mencari nafkah dengan keringat dan tenaga. Ia melihat bagaimana ayahnya berpanas-panasan di bawah terik matahari, berhujan-hujanan, dan berjibaku dengan jalanan yang terkadang rusak. Namun, Raeni tak pernah melihat ayahnya mengeluh. Justru, ia melihat semangat juang yang membara di mata ayahnya, semangat yang tak pernah padam meskipun hidup serba kekurangan. Keterbatasan Tak Menjadi HambatanKehidupan keluarga Raeni memang sederhana, bahkan bisa dibilang pas-pasan. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang tak terlalu besar, dengan perabotan yang seadanya. Raeni dan adik-adiknya harus berbagi kamar, dan tak jarang mereka harus berhemat dalam hal makanan dan pakaian. Namun, Raeni tidak pernah menganggap keterbatasan ini sebagai penghalang untuk meraih cita-citanya. Ia selalu optimis dan yakin bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, ia bisa mengubah nasib keluarganya.
|
Baca juga : kedahsyatan air putih untuk berbagai tetapi kesehatan.
Ketekunan dan Kesabaran Membuahkan Hasil Raeni dikenal sebagai anak yang cerdas dan tekun. Ia selalu rajin belajar dan tak pernah lelah untuk mengejar ilmu. Ia selalu berusaha untuk memahami pelajaran dengan baik, dan tak segan bertanya kepada guru atau teman-temannya jika ada yang belum dipahami. Ia juga rajin membaca buku dan majalah untuk menambah wawasannya. Ketekunan Raeni menghasilkan hasil. Ia berhasil menjadi salah satu siswa berprestasi di sekolahnya. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka dan paskibraka. Prestasi Raeni tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang non-akademik. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan bertanggung jawab.
 |
Ilustrasi wanita yang tetap giat dalam kuliah ditengah keterbatasan.
|
Ketekunan Raeni membuahkan hasil. Ia berhasil meraih beasiswa Bidikmisi, sebuah program bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu dengan potensi akademik tinggi. Raeni kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Semarang, mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan, yaitu 3,96.
Keberhasilannya tidak berhenti di situ. Raeni juga memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2 di Birmingham, Inggris. Setelah menyelesaikan program master, Raeni kembali ke almamaternya, Universitas Negeri Semarang, untuk menjadi tenaga pengajar.
 |
Ilustrasi Seorang dosen wanita yang merupakan lulusan S2.
|
Dari cerita tersebut di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tekad yang disertai dengan ketekunan dapat membawa seseorang mencapai tujuan yang tinggi seperti yang dialami Raeni.
Kisah Raeni mengajarkan kita bahwa tekad yang kuat dan kerja keras dapat mengantarkan kita pada kesuksesan, bahkan dari titik awal yang sederhana. Pesan apa yang paling berkesan bagi Anda dari kisah Raeni? Apa yang akan Anda lakukan untuk mewujudkan mimpi Anda? Yuk, kita diskusikan di kolom komentar! Mari kita saling menyemangati dan berbagi inspirasi untuk meraih mimpi bersama. Sampai jumpa di episode selanjutnya!
Tags: Kisah inspiratif ,Beasiswa Bidikmisi ,LPDP #Universitas Negeri Semarang Pendidikan ,Keberhasilan,Motivasi Episode 13
Keterangan:
Semua ilustrasi foto diambil lewat pixabay.com
"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar