Jumat, 05 April 2024

Kisah Ikhlas dan Penjual Gulali Buta - Sebuah Pelajaran tentang Rezeki


ilustration this episode edited by kapwing.
(Credits: Pixabay.com,CompileIdeas)

Assalamualaikum semuanya! Sekarang kita sudah memasuki episode kedelapan. Seperti yang kita ketahui, setiap orang pasti memiliki kisah hidupnya sendiri, termasuk kamu juga, kan? 😊😊 Episode kali ini menceritakan tentang seorang anak muda bernama Ikhlas yang sedang mengenang kembali masa lalunya setelah sekian lama berjuang di tengah kehidupan keras kota besar. Ikuti selengkapnya di sini, dan jangan lupa bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Kembali ke Masa Lalu, menemukan ketenangan.

Pergi ke kota tempat masa kecilnya dahulu kala, membuat Ikhlas mengingat masa-masa yang lalu telah terkubur lama. Ia pun berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahannya yang dulu. Banyak yang berubah dari tempat ini menurutnya, di antaranya adalah jalan yang semakin lebar, kendaraan yang semakin banyak, dan rumah yang padat. Tetapi, ia menemukan satu hal yang tak berubah. Yaitu seorang penjual gulali buta, yang dulu seringkali dia membeli gulali di sana.

 ilustrasi sekolah zaman dahulu.

Penjual Gulali Buta: Simbol Keteguhan dan Keikhlasan

Ikhlas mendekati kios penjual gulali tersebut. Terlihat beberapa anak kecil lainnya yang sedang membeli gulali. Penjual gulali itu, meskipun sudah tua dan buta, selalu tersenyum ramah. Kemampuannya dalam membuat gulali harum manis sudah tidak diragukan lagi,  ia seperti sudah khatam atau ahli dalam membuat gulali meskipun tanpa melihat


Ilustrasi Seorang anak kecil sedang memakan Gulali.

“Satunya seribu rupiahnya saja, de” ujar bapak tersebut, lalu anak kecil tersebut pun mengambil uang kertas seribuan dan memberikannya kemudian pergi sambil memakan gulali dengan stylenya 😊😊 nikmat.

Suka komik islami,baca reviewnya kuys :
Review Komik lokal "Islam itu keren!!"

 Ikhlas pun merasa kaget ketika melihatnya, ini mengingat kejadian tersebut masih sama seperti 10 tahun yang lalu ketika dia masih duduk di bangku sekolah dasar atau SD. Ikhlas pun berpura-pura membeli gulali, dan disambut ramah oleh penjual gulali tersebut. Pada saat pembuatan gulali, mereka pun berbincang.
 
“Pak, dulu saya sering beli juga loh gulalinya. Saya kaget banget bingit binggo (mulai deh mirip Genki lagi..😊😊) karena harga gulalinya masih sama seperti 10 tahun lalu. Apa bapak tidak merasa takut rugi?”
 
Penjual gulali tersebut pun menjawab pertanyaannya dengan lembut “Nak, saya tidak khawatir dengan rezeki, karena sudah ada Allah yang mengaturnya. Tidak bakalan mungkin tertukar. Kalaupun sekarang misalnya saya rugi, yakinlah (sumpah 100 persen, Ok lah klo begitu 6x..malah nyanyi nih kakek🙊🙊) Allah akan mengganti dengan rezeki lain untuk saya.”
 
Mendengar jawaban dari penjual gulali tersebut, hati Ikhlas pun merasa terhenyuh atau menyentuh kemudian dia pun membayar gulali tersebut dan tidak lupa memberi uang tambahan untuk bapak tersebut.

Pelajaran Berharga tentang Rezeki

Kisah Ikhlas dan penjual gulali buta ini mengingatkan kita tentang arti keikhlasan dan kepercayaan pada rezeki yang telah digariskan oleh Allah SWT.  Meskipun hidup dalam keterbatasan, penjual gulali tersebut tetap teguh dan ikhlas menjalankan usahanya.
 
Sobat, pernahkah kamu merasakan hal serupa dengan Ikhlas?  Bagaimana menurutmu tentang pesan yang disampaikan dalam kisah ini?
Terima Kasih
 Demikianlah episode kali ini. Semoga bermanfaat!Sampai bertemu kembali di episode selanjutnya.


Link video youtubenya :

Tags : kisah inspirasi lokal,penjual gulali buta,gulali,Arum manis,kisah masa kecil.

Keterangan:
Semua foto ilustrasi diambil melalui pixabay.com

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Tidak ada komentar: