Senin, 27 Januari 2025

Kisah inspiratif: 3 Wanita pelopor di Dunia Kesehatan pada Masa Rasulullah

 

Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing.
(Pixabay.com)


Ramadhan Reflection: Menelusuri Jejak Hikmah Ramadan, Meraih Ketenangan Jiwa, dan Berbagi Inspirasi."

Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian berada,

Episode Kali ini penulis kembali akan men-share dan menyampaikan kepada kalian semua sebuah kisah inspiratif yang didapat dari media elektronik yaitu internet lebih tepatnya dengan judul :

- Simak: 3 Wanita Inspiratif yang Berkontribusi di Dunia Kesehatan pada Masa Rasulullah

Berikut ini cerita selengkapnya menurut versi penulis..

Islam sangat penting dalam kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Pada masa Rasulullah SAW, perhatian terhadap kesehatan juga sangat diperhatikan. Meskipun sumber sejarah tentang peran perempuan dalam bidang kesehatan pada masa itu terbatas, namun beberapa nama perempuan yang berjasa dalam bidang kesehatan telah tercatat. Artikel ini akan membahas tiga di antaranya yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam dunia kesehatan pada masa Rasulullah SAW. Perlu diingat bahwa informasi mengenai tokoh-tokoh ini mungkin terbatas dan sebagian besar bersumber dari sejarah dan tradisi lisan.


1. Ruqayyah binti Muhammad SAW :

Ilustrasi foto  Ruqayyah binti Muhammad SAW
 (Canva.com text to foto AI)


Meskipun dikenal sebagai putri Rasulullah SAW, Ruqayyah juga dikenal karena kepeduliannya terhadap kesehatan. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa dia aktif membantu merawat orang sakit dan memberikan bantuan medis sederhana pada masa itu. Sebagai putri Nabi, beliau juga ikut memberikan contoh teladan bagi perempuan lainnya untuk berkontribusi dalam bidang kesehatan. Meskipun tidak terdapat detail spesifik mengenai keahlian medisnya, ia melamar dalam memberikan perawatan dan dukungan kepada dokter yang menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi.

2. Ummu Sulaim:

Ilustrasi Ummu sulaim 
(Canva.com,text to foto AI)

Ummu Sulaim binti Milhan, istri dari Abu Thalhah al-Anshari, dikenal sebagai seorang perempuan yang cerdas dan memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional. Beberapa riwayat menyebutkan keahliannya dalam mengobati penyakit, terutama penyakit umum yang terjadi pada masa itu. Keahliannya ini berasal dari pengalaman dan pengetahuan turun temurun, yang kemudian diumumkan kepada masyarakat. Perannya menunjukkan bahwa perempuan pada masa itu juga memiliki peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan.

 

3. Ummu Atiyyah:

Ilustrasi Ummu Athiyyah
 (Canva.com,text to foto AI)


Ummu Atiyyah al-Anshariyyah dikenal sebagai seorang bidan yang terampil. Keahliannya dalam membantu persalinan sangat dibutuhkan pada masa itu, mengingat angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi. Perannya sebagai bidan menunjukkan bahwa perempuan pada masa Rasulullah SAW juga berperan aktif dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi. Keahlian dan dedikasinya dalam membantu proses persalinan menunjukkan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Dari semua penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Meskipun mengenai tenaga medis perempuan pada masa Rasulullah SAW terbatas, tokoh ketiga di atas menunjukkan bahwa perempuan telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang kesehatan. Mereka tidak hanya memberikan perawatan dasar medis, namun juga berperan sebagai teladan dalam kepedulian dan empati terhadap sesama. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi perempuan muslim masa kini untuk terus berkontribusi dalam memajukan dunia kesehatan dan memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Semoga kisah mereka dapat menginspirasi kita semua untuk senantiasa berbuat kebaikan dan bermanfaat bagi sesama.

Bagikan refleksi Ramadan Anda di kolom komentar Mari kita saling menginspirasi dan memperkaya makna Ramadan bersama."

Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan kepada kalian semua tentang berita tersebut, semoga bermanfaat.

Penulis pamit undur diri dulu dan tidak lupa mohon maaf kalau ada kekeliruan/kesalahan baik dalam kata-kata maupun kalimat dalam menyampaikan berita ini kepada kalian semuanya karena kebenaran merupakan mutlak milik Allah SWT dan kesalahan berasal dari diri pribadi penulis sendiri.

Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya/yang akan datang.

Sekian dan terimakasih

Barakallah

Sumber: Beritahariini.kumparan.com

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI""

Tidak ada komentar: