 | Ilustrasi episode ini diedit oleh Kapwing. (Canva.com, teks ke foto AI ) |
Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian semua berada, Episode Kali ini penulis kembali akan men-share kembali sebuah kisah yang cukup menarik yang didapat pada sebuah website yang merupakan dengan nama atau judul: Kaum Luth dan Bani'ad : "Kisah tragis dibalik angin topan" Baca juga : Review buku hafal Al-Qur'an dalam hitungan hari Berikut ini merupakan ulasan dari cerita tersebut menurut versi penulis: Selamat siang semuanya,kali ini penulis akan menceritakan kisah inspiratif tentang seorang yang bernama nabi Hud AS yang merupakan nabi nomor empat dari 25 nabi dan rasul yang harus kita imani. Dia sendiri mempunyai tugas untuk melanjutkan dakwah dari kakeknya yaitu nabi Nuh AS kepada pengikutnya sobat blogger semuanya,oleh karena itulah dia memiliki sifat yang baik/amanah,berbudi pekerti yang baik/luhur dan juga seorang pekerja keras atau pekerja keras kalau kata anak zaman Now mah 🤭🤭🤭👍 Semasa hidupnya,nabi berada di daerah yang bernama Hadramaut,sebuah daerah yang terletak di antara Oman dan Yaman memiliki lahan yang subur sebut saja kebun, buah,tanaman hingga aliran sungai yang lumayan deras juga jernih dan makmur, namun hal itu membuat para penduduk/masyarakat yang bermukim di daerah sana menjadi sangat sombong,angkuh begitu kalau bahasa sederhananya mah Kali ini Allah SWT memerintahkan nabi Hud AS tersebut untuk berdakwah kepada kaumnya yang bernama Bani 'ad untuk tunduk dan patuh dengan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
 | Ilustrasi nabi Hud AS berdakwah kepada kaumnya yaitu bani 'ad. (Haiper.ai,text to foto AI))
|
Diceritakan bahwa nabi Hud diperintahkan oleh Allah SWT untuk melaksanakan misi dakwah kepada masyarakat yang berada di daerah tersebut,sebut saja nama kaum / Bani tersebut adalah 'ad. Mendengar hal tersebut tentunya membuat mereka tidak perduli/menghiraukan perintah nabi Hud AS dan tetap memilih untuk menyembah patung/berhala buatan mereka sendiri dibandingkan harus mematuhi perintah dari Allah SWT tersebut. ( FYI berhala/patung yang mereka miliki ada 3 buah yang bernama Huran,Shamud dan samad) Bahkan diantara mereka ada yang berkata; “Buktikan ucapanmu wahai Hud, kami menunggu azab seperti yang engkau ceritakan kepada kami mengungkapkan.." Ucap Bani/kaum 'ad tersebut dengan nada pongah/sombongnya. Ketika mendengar hal tersebut tentu saja membuat Nabi Hud merasa sedih namun hal tersebut tidak membuat dia menyerah begitu saja. Dia terus menerus berdakwah kepada kaumnya tersebut tentang bukti kebesaran Allah SWT yang membuat lahan dan perkebunan tempat mereka bekerja dan tinggal tersebut tetap tumbuh dengan subur dan hewan peliharaan mereka semua tumbuh dengan gemuk dan sehat. Ketika nabi Hud mendakwahkan hal tersebut kepada mereka tetap saja mereka masih mengabaikan dakwah/ perintah dari sang Nabi Hud tersebut untuk menyembah Allah SWT dan tetap juga memilih untuk menyembah patung/berhala yang sudah sangat jelas tidak bisa melakukan apa-apa . Allah SWT tidak tinggal diam melihat situasi tersebut dan mulai menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya. Suatu hari lahan dan kebun yang biasa mereka gunakan untuk bertani dan beternak mengalami kekeringan yang kuat biasa,hal ini disebabkan oleh panasnya matahari yang cukup menyengat selama beberapa hari sehingga membuat tanah menjadi kering,tanaman menjadi lay sungai menjadi kering kerontang serta hewan menjadi kurus kering bahkan ada beberapa yang mengalami kematian.
 | Ilustrasi kekeringan yang melanda Bani 'ad. (pixabay.com,Marion) |
Melihat hal tersebut tenu saja membuat Bani/kaum tersebut menjadi panik bukan kepalang,dengan kata lainnya adalah kalang kabut, mereka mulai bertanya mengapa hal ini bisa terjadi. Nabi Hud mulai kembali memberikan dakwah kepada Bani 'Ad tersebut agar kembali untuk patuh dan taat untuk menyembah Allah SWT ta'ala dan bukan yang lainnya. Alih-alih mereka mendengarkan dan mentaati perintahNya mereka malah kembali menyembah berhala dan berkata kepada Nabi Hud AS "Wahai Hud, ucapanmu tetap tidak dapat mengubah pendirian kami,wahai warga sekalian ..kemarau ini hanya sementara saja saya yakin tidak lama lagi hujan akan mendatangi dan mengguyur tempat ini dan lahan kita menjadi subur kembali.." “Betul itu..” ujar warga lainnya. Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Nabi Hud menjadi sedih kemudian dia kembali pulang menuju rumahnya. Diapun Mulai berdoa kepada Allah untuk menghukum makhluk tersebut karena telah jelas-jelas mengingkari kekuasaanNya, kemudian nabi Hud segera menyingkir alias pergi dari kota tersebut. Beberapa waktu/saat kemudian Allah SWT mulai menunjukkan kekuasaannya,awan yang tadinya terang benderang karena paparan sinar matahari yang cukup menyengat tiba-tiba saja berubah menjadi mendung/gulita pekat dengan suara gemuruh/petir yang bmsikuh bergantian. Melihat hal tersebut tentu saja membuat kau/Bani'ad tersebut merasa gembira alias kesenangan yang luar biasa karena mereka menduga akan turun hujan di kampung mereka. Merekapun mulai merayakan hak tersebut dengan pesta pora ,namun yang mereka tidak tahu itu merupakan awal dari sebuah petaka yang cukup mengerikan / membuat bulu kuduk merinding alias begidik. Ketika warga tersebut mengira bahwa yang akan turun merupakan hujan yang sangat deras dan lebat ternyata meleset alias tidak benar..
 | Ilustrasi angin topan/tornado yang mulai mengejutkan kaum 'ad. (pixabay.com) |
Ternyata yang datang itu merupakan kumpulan angin topan dengan kata lainnya tornado yang mulai menyerang warga Bani 'ad tersebut.Tentu saja hal tersebut membuat mereka menjadi kocar-kacir pergi untuk menyelamatkan diri mereka sendiri bahkan sampai masuk ke dalam rumah/bangunan yang aman menurut mereka.
.png) | Ilustrasi bangunan yang runtuh akibat angin topan yang melanda kota ( Haiper.ai/text to foto AI) |
Singkat cerita peris angin topan yang maha dahsyat tersebut tidak hanya merobohkan bangunan yang berada di atas lahan tersebut melainkan juga ikut menyapu bersih kaum 'Ad yang durhaka tersebut hingga tidak ada yang tersisa sedikitpun karena mereka semuanya sudah menjadi mayat -mayat yang bergelimpangan/bertebaran di sepanjang jalan. Subhanallah... Ceritapun selesai Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan kepada kalian semua tentang berita tersebut, semoga bermanfaat. Penulis pamit undur diri dulu dan tidak lupa mohon maaf kalau ada kekeliruan/kesalahan baik dalam kata-kata maupun kalimat dalam menyampaikan berita ini kepada kalian semuanya karena kebenaran merupakan mutlak milik Allah SWT dan kesalahan berasal dari diri pribadi penulis sendiri. Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya/yang akan datang. Sekian dan terima kasih Barakallah |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar