Selasa, 30 April 2024

Tenant Siomay dan Batagor Opick: Kisah Inspiratif Pemuda Cirebon.

Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing.
(Credits:Pixabay.com,gianyasa)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat datang di Episode 17 "Ramadan Reflection".  Kali ini, kita akan menyoroti kisah sukses seorang wirausahawan muda yang inspiratif.  Semoga kisah ini dapat memberikan wawasan dan motivasi bagi Anda semua.

Muhammad Taufiq, Pemuda Sukses dari Cirebon

Muhammad Taufiq, atau yang lebih dikenal dengan Opick, adalah seorang pemuda asal Cirebon, Jawa Barat. Saat ini, ia sukses mengelola 34 unit usaha siomay dan batagor yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk 14 tenant di Alfamart wilayah Tanjung, Purwokerto, Jawa Tengah.

Dari Warisan Keluarga Hingga Sistem Tenant

Perjalanan Taufiq tidaklah mudah. Ia mewarisi usaha siomay dan batagor dari orang tuanya yang nyaris bangkrut. Setelah berjuang keras dan mengalami berbagai tantangan, saudaranya mengenalkan sistem bisnis tenant. Sistem ini, menurut detikfinance.com, adalah penyewaan barang, benda, atau properti dalam jangka waktu tertentu.

Taufiq pun berinovasi dengan mengganti gerobak dorong tradisional yang terlihat kumuh dengan gerobak yang lebih modern dan higienis. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik produknya. Ia juga sangat memperhatikan kebersihan, rasa, dan kualitas bahan baku, dari proses pembuatan hingga penyajian.

Strategi Bisnis yang Efektif dan Efisien

Meskipun mengalami kerugian akibat kenaikan biaya sewa tempat usaha yang tak terduga (dari Rp 18 juta menjadi Rp 30 juta per tahun), Taufiq justru mengambil hikmah berharga dari pengalaman tersebut.

Taufiq kini lebih efektif dan efisien dengan sistem tenant di Alfamart. Hal ini terbukti meningkatkan pendapatan dan stabilitas bisnisnya.

Dengan 37 karyawan, Taufiq berhasil menstabilkan pendapatannya, bahkan berencana mengembangkan bisnisnya hingga 45-50 tempat lagi di tahun ini. Ia juga tengah mempertimbangkan sistem franchise untuk memperluas jangkauan usahanya.


Kesimpulan

Semoga kisah ini menginspirasi para pelaku UMKM lainnya. Kisah Taufiq menunjukkan pentingnya kerja keras, inovasi, dan ketekunan dalam meraih kesuksesan. Bagikan pengalaman dan pemikiran Anda terkait kisah inspiratif ini di kolom komentar di bawah ini! Apa yang Anda pelajari dari perjalanan Taufiq?

Demikian kisah inspiratif yang saya bagikan dalam Ramadan Reflection Episode 17. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian. Kebenaran mutlak milik Allah SWT, dan kesalahan berasal dari saya sendiri.

Sampai jumpa di episode selanjutnya!

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Sumber : Suaramerdeka.com/ Banyumas 

Tags: kisah inspiratif lokal,tenant,batagor dan siomay,Alfamart,pemuda Cirebon,opick.

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Rabu, 24 April 2024

BELLA :''Sekolah tak perlu air mata,''|Novel islami,*Diseleksia,"keterbatasan" - Edukatif


Judul Buku :                                                  

BELLA : Sekolah Tak Perlu Air Mata

Penulis :                                                      

Alm.Munif Chatib

Penyunting Naskah :                    

Budhyastuti R.H

Desainer Sampul :                                         

Rizqa Sadida

Ilustrasi Isi :                                          

Salsabila Chatib

Penerbit :                                                          

PT. Mizan Pustaka,

Bandung -Indonesia

Cetakan Pertama: Juli 2015

ISBN : 978-602-0851-15-0

Tebal Halaman : 200 halaman 

Harga: Rp.35.000 ( shopee)



Tampak depan foto tersebut 
(Dok.Pribadi via handphone)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat Ramadhan Reflection! Di episode kali ini, kita akan menyelami kisah inspiratif dari novel "Bella: Sekolah Tak Perlu Air Mata" karya Alm. Munif Chatib. Novel ini bukan sekadar cerita fiksi, melainkan sebuah refleksi nyata tentang perjuangan seorang anak yang memiliki disleksia dan diskalkulia dalam meraih mimpi.

Sinopsis Singkat:

"Bella: Sekolah Tak Perlu Air Mata" menceritakan kisah Bella, seorang anak perempuan yang memiliki disleksia dan diskalkulia. Ia menghadapi banyak tantangan di sekolah, seperti kesulitan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, dengan dukungan orang tua dan guru yang memahami kondisinya, Bella mampu menemukan bakatnya di bidang seni, khususnya menggambar. Kisah ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik, dan kita perlu menemukan cara yang tepat untuk menumbuhkannya.

Pesan Moral yang Menginspirasi:

Novel ini sarat dengan pesan moral yang menginspirasi, seperti:

- Setiap anak memiliki potensi: Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan yang unik, dan kita perlu menemukan cara yang tepat untuk menumbuhkannya.

- Jangan menyerah pada tantangan: Tantangan hidup adalah hal yang wajar. Yang penting adalah kita tidak menyerah dan terus berusaha untuk mengatasi kesulitan.

- Dukungan orang tua dan guru sangat penting: Dukungan orang tua dan guru sangat penting dalam membantu anak-anak berkembang dan mencapai potensi mereka.

 

Gaya Penulisan yang Menarik:

 Alm. Munif Chatib menulis dengan gaya yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga kisah Bella terasa dekat dan menyentuh hati. Ia juga berhasil menyisipkan pesan moral yang kuat tanpa terkesan menggurui.

Rekomendasi:

Buku novel "Bella: Sekolah Tak Perlu Air Mata" sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh semua orang, terutama orang tua, guru, dan para pemerhati pendidikan. Kisah ini akan menginspirasi kita untuk selalu optimis dan membantu sesama, terutama anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Kesimpulan:

"Bella: Sekolah Tak Perlu Air Mata" adalah novel inspiratif yang mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, empati, dan dukungan dalam menghadapi tantangan hidup. Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik dan kita perlu membantu mereka untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.

Apabila kalian ingin memiliki buku ini silahkan kunjungi ke toko buku terdekat atau bisa juga memesan secara online melalui internet dan bagaimana pendapat Anda tentang kisah Bella?  Apakah Anda pernah mengalami atau menyaksikan perjuangan anak-anak dengan disleksia atau diskalkulia?  Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar

Sekian, Terima kasih

Tags : Review buku islami,resensi buku,Novel muslimah,Bella,disleksia, cita- cita, Madinah 

========================= 

Source:

https://jendeladuniaku2015.wordpress.com/2016/01/22/bella-sekolah-tak-perlu-air-mata/

Written by: Siti Nuryanti

=============================


"Revisi artikel by: Cici,seorang penulis AI"

Selasa, 23 April 2024

Kisah Qarun: Crazy Rich yang Ditenggelamkan Bumi - Pelajaran Ramadhan

Ilustration this episode edited by kapwing.
(Credits: Neuralwrittercom)


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sahabat Ramadhan Reflection! Episode ke-15 hadir dengan kisah inspiratif yang mengajak kita merenung. 

 Pernahkah Anda membayangkan memiliki kekayaan yang tak terhingga? Kisah Qarun, seorang yang kaya raya namun berakhir tragis, menawarkan pelajaran berharga tentang kesombongan dan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT.

Siapakah Qarun?

Qarun bin Yashar bin Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim, merupakan seorang yang kaya raya dan berasal dari Bani Israil.  Ia adalah sepupu Nabi Musa AS dan memiliki garis keturunan yang terhubung dengan Nabi Yaqub AS.
 

Foto ilustrasi kerajaan Mesir zaman dahulu yang dipimpin oleh Fir'aun.
(Credits: Pixabay.com,Souza_DF)

Qarun: Crazy Rich di Zamannya

Qarun memiliki harta benda yang melimpah ruah.  Kunci gudang hartanya saja membutuhkan tenaga orang-orang kuat untuk diangkat.  Kekayaan Qarun membuatnya hidup bergelimang harta, sementara banyak orang di sekitarnya hidup dalam kemiskinan.  Ia menjadi simbol kekayaan dan kemewahan di zamannya, bahkan dijuluki "crazy rich" karena kekayaan yang luar biasa.

Ilustrasi harta dirinya yang begitu banyak.
(Credits: Haiper.ai)

Kesombongan Qarun dan Nabi Musa AS
 

Namun, kekayaan Qarun justru menjerumuskannya ke dalam jurang kesombongan.  Ia merasa semua yang dimilikinya adalah hasil usahanya sendiri, lupa bahwa Allah SWT-lah yang memberikan rezeki kepadanya.  Qarun menjadi angkuh dan bersikap semena-mena terhadap kaum Bani Israil, bahkan bersikap kurang ajar kepada Nabi Musa AS.

 Azab Allah SWT: Ditenggelamkan ke Dalam Bumi

 
Karena kesombongan dan kekikirannya, Allah SWT menurunkan azab kepada Qarun. Tanah tempat ia berdiri terbelah dan menelan Qarun bersama harta bendanya ke dalam perut bumi. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan bukanlah segalanya dan tidak menjamin kebahagiaan.

Ilustrasi dirinya terkubur bersama harta bendanya.
(Credits: Neuralwriter.com)

Refleksi dan Hikmah dari Kisah Qarun

Kisah Qarun memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, terutama bagi mereka yang memiliki harta kekayaan.
 
- Jangan sombong: Kesombongan adalah sifat tercela yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam jurang kehancuran.

- Syukuri nikmat Allah SWT: Kekayaan adalah anugerah dari Allah SWT, hendaknya kita bersyukur dan menggunakannya untuk kebaikan.

- Berbagi dengan sesama: Berbagi dengan orang yang membutuhkan adalah bentuk syukur atas nikmat yang kita terima.
 
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini dan menjadikan hidup kita lebih bermakna.
 
Bagaimana pendapat Anda tentang kisah Qarun? Bagikan komentar Anda di bawah ini! Mari kita renungkan bersama dan saling mengingatkan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi



Tags: kisah inspiratif muslim timur tengah, Qorun,crazy rich,orang kaya bodoh, angkuh,azab illahi, Nabi Musa AS, serakah,tenggelam,dasar bumi, pembelajaran.

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Jumat, 19 April 2024

Kepompong dan Kemandirian: Menemukan Jati Diri dalam Proses Perubahan


Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing.
(Credits: Pixabay.com,illuvis)

"Assalamualaikum sobat pembaca Refleksi Ramadhan! Episode ke-14 ini membawa kita pada sebuah kisah fiksi yang penuh makna. Mari kita renungkan bersama pelajaran berharga tentang proses pertumbuhan dan arti sebuah perjuangan sejati."

Baca juga : Review buku Kawkaban

"Pernahkah kamu merasa ingin membantu seseorang yang sedang berjuang, namun justru membuat keadaan semakin rumit? Episode ke-14 ini akan mengajak kita merenung melalui sebuah kisah inspiratif tentang kupu-kupu, sebuah kisah yang mengingatkan kita bahwa terkadang, bantuan yang kita berikan justru dapat menghambat proses pertumbuhan dan pencapaian tujuan."

Kisah ini bercerita tentang Toni, seorang anak kecil yang menemukan kepompong kupu-kupu dengan lubang kecil di dalamnya. Toni merasa iba melihat kupu-kupu itu berjuang untuk keluar, sehingga ia memutuskan untuk membantu dengan membuka kepompong menggunakan gunting. Toni bermaksud baik, berharap kupu-kupu dapat keluar dengan mudah dan terbang bebas. Namun, sayangnya, kupu-kupu itu malah memiliki tubuh yang gembung dan sayap yang berkerut. Toni sangat kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan



ilustrasi kupu-kupu yang mencoba terbang dengan keadaan yang tidak berdaya.
(Credits: Pixabay.com,Gab-Rysia)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa terkadang, kita terlalu cepat ingin membantu tanpa memahami proses yang sedang dijalani oleh orang lain.  Kupu-kupu membutuhkan perjuangan untuk keluar dari kepompongnya, karena proses tersebut membantu cairan tubuh masuk ke dalam sayapnya, memperkuat sayap tersebut untuk terbang dan mencapai kebebasan.

ilustrasi orang gagal dan orang sukses dalam kehidupan.
(Credits: Pixabay.com,geralt dan itay-verchik)



"Kisah Toni dan kupu-kupu mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki prosesnya sendiri dalam mencapai tujuan. Terkadang, kita perlu membiarkan orang lain berjuang sendiri untuk mencapai potensi terbaiknya. Bagaimana pendapatmu tentang kisah ini? Bagikan komentarmu di bawah dan mari kita diskusikan bersama"

Sumber:  Bisnis.com

Tags : kisah inspirasi lokal kisah fiksi,kepompong,pelajaran hidup,ikhtiar, tawakal.

""Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI""


Kisah Inspiratif: Anak Gadis Raeni Melawan Keterbatasan dan Menjadi Dosen Universitas.


Ilustraton this episode edited by kapwing
(Credits: Pixabay.com,mufidpwt)



Angka ini dianggap sebagai angka bencana atau pembawa sial di beberapa negara di bagian barat,namun kita sebagai umat muslim harus yakin Segala sesuatunya Allah yang menentukan baik itu baik maupun buruk.Tidak terasa kita sudah memasuki episode yang ketiga belas.

Assalamualaikum sobat blogger semuanya, kali ini saya kembali men-share kembali sebuah kisah nyata yang saya baca dari website berita terkini di internet. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Asal Mula Raeni

Raeni lahir di tengah keluarga sederhana di sebuah kampung kecil di Jawa Tengah. Ayahnya, Bapak Mugiono, adalah seorang tukang becak yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Sejak kecil, Raeni terbiasa melihat dia berjuang mencari nafkah dengan keringat dan tenaga. Ia melihat bagaimana ayahnya berpanas-panasan di bawah terik matahari, berhujan-hujanan, dan berjibaku dengan jalanan yang terkadang rusak. Namun, Raeni tak pernah melihat ayahnya mengeluh. Justru, ia melihat semangat juang yang membara di mata ayahnya, semangat yang tak pernah padam meskipun hidup serba kekurangan.

Keterbatasan Tak Menjadi Hambatan

Kehidupan keluarga Raeni memang sederhana, bahkan bisa dibilang pas-pasan. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang tak terlalu besar, dengan perabotan yang seadanya. Raeni dan adik-adiknya harus berbagi kamar, dan tak jarang mereka harus berhemat dalam hal makanan dan pakaian. Namun, Raeni tidak pernah menganggap keterbatasan ini sebagai penghalang untuk meraih cita-citanya. Ia selalu optimis dan yakin bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, ia bisa mengubah nasib keluarganya.


Baca juga : kedahsyatan air putih untuk berbagai tetapi kesehatan.


Ketekunan dan Kesabaran Membuahkan Hasil

 
Raeni dikenal sebagai anak yang cerdas dan tekun. Ia selalu rajin belajar dan tak pernah lelah untuk mengejar ilmu. Ia selalu berusaha untuk memahami pelajaran dengan baik, dan tak segan bertanya kepada guru atau teman-temannya jika ada yang belum dipahami. Ia juga rajin membaca buku dan majalah untuk menambah wawasannya.
 
Ketekunan Raeni menghasilkan hasil. Ia berhasil menjadi salah satu siswa berprestasi di sekolahnya. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka dan paskibraka. Prestasi Raeni tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang non-akademik. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan bertanggung jawab.


Ilustrasi wanita yang tetap giat dalam kuliah ditengah keterbatasan.


 Ketekunan Raeni membuahkan hasil. Ia berhasil meraih beasiswa Bidikmisi, sebuah program bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu dengan potensi akademik tinggi. Raeni kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Semarang, mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan, yaitu 3,96.  

Keberhasilannya tidak berhenti di situ. Raeni juga memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2 di Birmingham, Inggris. Setelah menyelesaikan program master, Raeni kembali ke almamaternya, Universitas Negeri Semarang, untuk menjadi tenaga pengajar.


Ilustrasi Seorang dosen wanita yang merupakan lulusan S2.

Dari cerita tersebut di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa tekad yang disertai dengan ketekunan dapat membawa seseorang mencapai tujuan yang tinggi seperti yang dialami Raeni.

Kebutaan tidak mengurangi minat seseorang untuk terus berkarya, baca kuys: Kisah penjual gulali yang buta

Kisah Raeni mengajarkan kita bahwa tekad yang kuat dan kerja keras dapat mengantarkan kita pada kesuksesan, bahkan dari titik awal yang sederhana. Pesan apa yang paling berkesan bagi Anda dari kisah Raeni? Apa yang akan Anda lakukan untuk mewujudkan mimpi Anda? Yuk, kita diskusikan di kolom komentar! Mari kita saling menyemangati dan berbagi inspirasi untuk meraih mimpi bersama. Sampai jumpa di episode selanjutnya!



Tags: Kisah inspiratif ,Beasiswa Bidikmisi ,LPDP #Universitas Negeri Semarang Pendidikan ,Keberhasilan,Motivasi Episode 13

 Keterangan:
Semua ilustrasi foto diambil lewat pixabay.com 

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Senin, 15 April 2024

Nomor 12: Q and A Sesi tanya jawab

 

Ilustrasi pria kebingungan.
(Credits: Pixabay.com)

Assalamualaikum sobat semuanya!

Episode kali ini adalah sesi tanya jawab (Q&A) khusus untuk kalian.  Saya membuka sesi request tema atau judul untuk episode selanjutnya.  Tema-tema yang kalian usulkan akan saya jadikan inspirasi untuk cerita dan video YouTube saya berikutnya.

Update:

 Saya juga sedang mempelajari teknik SEO agar tulisan saya mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google, Bing, dan Yahoo.  Saya juga menggunakan aplikasi Paraphraser.co untuk mengecek plagiarisme dan Cici AI untuk menyempurnakan tulisan.


Jumat, 12 April 2024

Alfie Affandy: Kisah Inspirasif Aktor yang Berhijrah dan Mendirikan Bikers Dakwah


Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. (Kredit: Pixabay.com,  Wilsonthalib)


Assalamualaikum sobat blogger semuanya! Episode sepertinya membawa kisah inspiratif dari aktor Alfie Affandy, yang pernah terjerumus dalam dunia narkoba, tetapi kemudian menemukan hidayah dan mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah. Yuk, simak perjalanan hidup yang penuh makna!

Dari Masa Lalu Kelam Menuju Jalan Hidayah

Alfie Affandy, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, memiliki masa lalu yang cukup kelam. Setelah lulus SMA, ia pindah ke Jakarta untuk mengejar mimpinya menjadi aktor. Namun, ia terjebak dalam pergaulan yang kurang tepat dan beberapa kali mengalami overdosis (OD) akibat penyalahgunaan narkoba.

“Saya mengimbau kepada para pembaca agar jangan pernah mencoba hal seperti ini,” ujar Alfie dengan penuh penyesalan.oba hal seperti ini.

Baca juga kuys6 tokoh muslim inspiratif

Titik Balik yang Mengubah Hidup

Titik balik dalam hidup Alfie terjadi ketika ia mulai merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas yang ada. Sebuah penggerebekan di tempat tinggalnya menjadikannya tersadar. Selain itu, ia mengalami overdosis yang sangat parah hingga membuatnya melihat malaikat maut, Izrail, di depan mata.

“Saat itu, saya ingat hanya bisa meminta ampun dan rahmat dari Allah SWT. Waktu itu saya hanya bisa berkata 'jangan sekarang… ya Allah… jangan sekarang…' Dan ternyata, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk hidup,” ungkap Alfie.

Mencari Hidayah dan Berbagi Kebaikan

Sejak saat itu, Alfie merasa hidupnya dipenuhi dengan kesadaran akan kematian. Ia teringat sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Barangsiapa yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.”

Alfie pun mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia belajar agama kepada para ustadz dan kiai di Indonesia. Setahun kemudian, ia pulang-pergi ke Makkah, Arab Saudi. Pada tahun 2017, ia melanjutkan menuntut ilmu di Darul Musthofa, Megara Yaman.

“Motivasi saya untuk belajar bukan untuk menjadi seorang ustadz, melainkan untuk menjadi muslim,” ujar Alfie. Ia terinspirasi dari sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat dan sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”

Bikers Dakwah: Menebarkan Kebaikan Lewat Hobi

Sepulang dari Yaman, Alfie mendirikan komunitas Bikers Dakwah. Ia memanfaatkan hobinya mengendarai motor sebagai wadah untuk berdakwah dan mengajak orang lain untuk menjadi hamba Allah yang husnul khatimah.

“Bikers Dakwah merupakan suatu grup/komunitas yang berpengaruh di Asia Tenggara,” ujar Alfie. Saat ini, cabang Dakwah Bikers di Indonesia sudah mencapai 45 cabang.

 ilustrasi komunitas bikers sedang konvoi keliling
(Credits:Pixabay.com,babylass)


Kisah Inspiratif

Kisah Alfie Affandy mengajarkan kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah dan mencari hidayah. Dengan tekad yang kuat dan niat yang tulus, kita dapat mengubah hidup kita menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.

Sobat, bagaimana sejarah tentang kisah Alfie Affandy? Apa yang kamu pelajari dari perjalanannya? Bagikan pendapatmu di kolom komentar! Terima Kasih

Demikianlah episode kali ini. Semoga bermanfaat!Sampai bertemu kembali di episode selanjutnya

Sumber: khazanah.Republika.com

Tags : Kisah inspirasif islami lokal,overdosis,narkoba,aktor,uje,bikers dakwah,komunitas,pemuda.

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Kamis, 11 April 2024

Menyikapi Kesalahan dalam Pilihan Jurusan: Kisah Mahasiswa dan Bubur Ayam.


Ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing. (Credits: Pixabay.com,mufidpwt)


Assalamualaikum sobat blogger semuanya!  Tidak terasa kita sudah memasuki episode ke sembilan. 
Episode kali ini akan membahas tentang dua sudut pandang berbeda dalam menjalani hidup, yang dikisahkan melalui dua mahasiswa.  Siap-siap untuk merenung dan mungkin terinspirasi!

Nasi Sudah Jadi Bubur?

Kisah ini bermula dari Dion, seorang mahasiswa yang kuliahnya tidak pernah serius.  Dia sering bolos, tugas menumpuk, SKS terbengkalai, dan jarang belajar.  Ketika ditanya oleh temannya, Ari, ternyata Dion merasa terjebak di jurusan yang dipilihnya karena hanya ikut-ikutan teman.
 
“Kenapa kamu tidak pindah jurusan saja?” tanya Ari.
 
“Biar saja, nasi sudah jadi bubur,” jawab Dion acuh tak acuh.
 
“Mau sampai kapan kamu seperti ini?” tanya Ari lagi.
 
“Habis begimana lagi, nasi sudah jadi bubur masbrow, tidak bisa diperbaiki lagi,” ujar Dion.
 
“Bagaimana kalau kamu pindah ke jurusan yang kamu sukai, kamu akan lebih menikmatinya,” saran Ari.
 
“Saya ini sudah tua, masa harus kuliah dari awal lagi.  Gw sadar kalau gw salah masuk jurusan,” ujar Dion sambil merebahkan diri di kasur dan menonton acara sepak bola favoritnya.
 
“Memang tidak ada yang bisa kamu lakukan lagi?” tanya Ari dengan nada penasaran.
 
“Tidak, no..nehi..nehi..laa..(woow bisa 4 bahasa demikian penjelasannya😯😯😯😯🙊) saya sudah katakan berulang kali kalau nasi sudah jadi bubur,” jawab Dion dengan nada pasrah.

Ilustrasi contoh orang pesimis dalam kehidupan.

 

Cahya:  Si Optimis yang Menginspirasi

 
Ari, yang merasa bingung melihat Dion, teringat pada temannya yang bernama Cahya.  Cahya juga pernah salah memilih jurusan, tetapi tetap semangat kuliah.  Ari pun menghubungi Cahya.
 
“Cahya, apakah kamu pernah cerita sama saya, kalau kamu salah memilih jurusan?” tanya Ari.
 
“Memang saya salah memilih jurusan, memangnya kenapa?” jawab Cahya.
 
“Yang saya heran, kenapa kamu masih tetap semangat kuliah, sedangkan teman saya malah malas dan tidak serius kuliahnya,” tanya Ari.
 
“Wadadidaw we ora metu alias tidak paham, coz we juga dulu sempat seperti itu. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” jelas Cahya.
 
“Kalau boleh tahu apa resepnya Cahya, kumohon?” tanya Ari lagi.
 
“Pertama, saya merelakan diri masuk ke arah ini.  Mungkin ini yang terbaik menurut Allah.  Jadi saya terima saja,” jawab Cahya.
 
“Terus?” tanya Ari dengan semangat.
 
“Yang kedua, saya mencari cara menggabungkan ilmu yang saya miliki di jurusan ini, dengan hobi saya.  Ternyata hasilnya lumayan..kereen abang saya merasa enjoy saja.  Ibarat kata pepatah, nasi sudah jadi bubur.  Tapi kalau menurut saya, nasi sudah menjadi bubur ayam spesial yang enak dan lebih mahal harganya daripada nasi,” jelas Cahya.
 
“Oh begitu toh….” jawab Ari.
 
“Menyesali sesuatu yang sudah terjadi tidak ada manfaatnya.  Ibarat kata, kalau berusaha mengubah bubur jadi nasi, itu tidak mungkin.  Satu-satunya cara adalah membuat bubur tersebut menjadi lebih nikmat makyus suedapp bet dah yaitu dengan menambahkan ayam, ampela, telor, dan bumbu rahasianya.  Rasanya enak dan lebih mahal,” jelas Cahya sambil tersenyum.



Ilustrasi contoh orang optimis yang penuh inovasi dalam pemikirannya.

Pelajaran Berharga dari Kisah Dion dan Cahya

Sobat, dari kisah Dion dan Cahya, kita bisa belajar bahwa menghadapi situasi yang tidak ideal tidak selalu berarti menyerah.  Terkadang, kita perlu mengubah sudut pandang dan mencari solusi kreatif untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.
 
Bagaimana menurutmu, sobat?  Apakah kamu pernah merasakan hal serupa dengan Dion atau Cahya?  Bagikan pengalamanmu di kolom komentar!
 Terima Kasih
 
Demikianlah episode kali ini.  Semoga bermanfaat!Sampai bertemu kembali di episode selanjutnya.
 


Link video youtubenya :

Tags : kisah inspiratif,nasi sudah menjadi bubur,salah pilih jurusan,mahasiswa,kuliah,enjoy, modifikasi.

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Jumat, 05 April 2024

Inspiratif: Perjalanan Hidup Buya Hamka, Tokoh Agama Sumatera Barat

Ilustration this episode edited by Kapwing.
(Credits: neuralwritter.com)


Assalamualaikum sobat blogger semuanya! Kita sudah berada di episode ke sembilan, dan kali ini kita akan membahas sosok inspiratif, Buya Hamka, seorang tokoh mubaligh dan sastrawan asal Sumatera Barat. Yuk, simak kisah perjalanan hidupnya yang penuh makna!

Buya Hamka: Tokoh Islam yang Berpengaruh

 
Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka, adalah salah satu tokoh agama terkemuka di Indonesia. Beliau tidak hanya dikenal sebagai penyiar dakwah Islam, tetapi juga sebagai wartawan, penulis, sastrawan, dan budayawan.

Masa Kecil dan Pendidikan


Buya Hamka lahir pada tanggal 16 Februari 1908 atau 13 Muharam 1326 H, di Maninjau, Sumatera Barat. Kata "buya" dalam bahasa Minangkabau berarti "ayah" atau "bapak", dan menjadi bentuk penghormatan kepada beliau.
 
Beliau lahir dari pasangan Dr. H. Abdul Karim bin Muhammad Amrullah bin Tuanku Abdullah Saleh dan Siti Shafiah. Ayahnya, yang dikenal dengan nama Haji Rasul, adalah seorang tokoh pembaruan Islam di Minangkabau.
 
Sejak kecil, Buya Hamka telah mendapatkan pendidikan agama dari kedua orang tuanya. Beliau belajar dasar-dasar agama dan membaca Al-Qur'an langsung dari ayahnya.
 
Pada usia 6 tahun, ayahnya mengajaknya berhijrah ke Padang Panjang. Di usia 7 tahun, Buya Hamka mulai bersekolah di sekolah desa. Meskipun belajar secara otodidak, ia memiliki semangat belajar yang tinggi.
 
Pada usia 10 tahun, ayahnya mendirikan lembaga pendidikan bernama "Sumatra Thawalib" di Padang Panjang. Di sini, Buya Hamka mendapatkan pembelajaran ilmu agama dan bahasa Arab langsung dari ayahnya.
 
Selain belajar di lembaga pendidikan milik ayahnya, Buya Hamka juga mendalami pendidikan di sekolah diniyah di Parabek. Di sana, beliau belajar dari berbagai guru, seperti Syekh Ibrahim Musa Parabek, Engku Mudo Abdul Hamid, Sutan Marajo, dan Zainuddin Labay el-Yunusy.
 
Di sekolah diniyah inilah, Buya Hamka mulai diperkenalkan dengan sistem pendidikan Islam modern, yang mengacu pada kurikulum pendidikan.

Ilustrasi Buya hamka kecil belajar Qur'an bersama ayahnya sejak dini.
(Credits: Neuralwritter.com )

Perjalanan Mencari Ilmu

 
Pada usia 16 tahun, Buya Hamka meninggalkan tanah kelahirannya untuk menuntut ilmu di Yogyakarta. Beliau tinggal bersama pamannya, Ja'far Amrullah. Di Yogyakarta, Buya Hamka diperkenalkan dengan organisasi Sarekat Islam (SI).
 
Selama belajar di Yogyakarta, Buya Hamka menyadari perbedaan pemahaman Islam di Minangkabau dan Yogyakarta.  Di Minangkabau, Islam cenderung bersifat statis, sedangkan di Yogyakarta lebih dinamis.
 
Merasa belum cukup dengan ilmu yang didapat, Buya Hamka melanjutkan perjalanannya ke Pekalongan, Jawa Tengah, untuk belajar dengan iparnya, Ahmad Rasyid (AR. St Mansur), seorang tokoh Muhammadiyah.

Ternyata masih ada 4 nabi yang masih hidup sampai sekarang, baca skuy:

Menebarkan Semangat Modernisme Islam
 
Setelah merasa cukup mengantongi ilmu, Buya Hamka kembali ke tanah kelahirannya dengan membawa semangat modernisme tentang Islam. Beliau membuka kursus pelatihan pidato di Padang Panjang untuk memperkenalkan konsep Islam yang lebih modernis.
 
Buya Hamka juga mendirikan "Sekolah Tabligh" untuk mencetak para mubaligh Islam.  Meskipun sekolah ini tidak dapat berjalan lama karena kendala operasional, Buya Hamka ditugaskan oleh Muhammadiyah untuk menghidupkan kembali sekolah tersebut di Sulawesi Selatan. Sekolah ini kemudian dihidupkan kembali dengan nama "Kulliyatul Muballighien", dengan tujuan yang sama, hanya saja masa pendidikannya selama 3 tahun.

Foto rapat bersama organisasi Sarekat Islam di Kaliwungukab.semarang-Jawa Tengah.
Credits: Wikipedia.com,Tidak Diketahui 

Menebarkan Semangat Modernisme Islam

 
Setelah merasa cukup mengantongi ilmu, Buya Hamka kembali ke tanah kelahirannya dengan membawa semangat modernisme tentang Islam. Beliau membuka kursus pelatihan pidato di Padang Panjang untuk memperkenalkan konsep Islam yang lebih modernis.
 
Buya Hamka juga mendirikan "Sekolah Tabligh" untuk mencetak para mubaligh Islam.  Meskipun sekolah ini tidak dapat berjalan lama karena kendala operasional, Buya Hamka ditugaskan oleh Muhammadiyah untuk menghidupkan kembali sekolah tersebut di Sulawesi Selatan. Sekolah ini kemudian dihidupkan kembali dengan nama "Kulliyatul Muballighien", dengan tujuan yang sama, hanya saja masa pendidikannya selama 3 tahun.

Suka sepak bola?,mungkin cocok membaca review ini:  Zlatan Ibrahimovic: legenda sepakbola dunia dengan masa lalu kelam

Tokoh Sastra

Selain dikenal sebagai tokoh pembaruan Islam, Buya Hamka juga merupakan seorang sastrawan yang produktif. Beberapa karya sastranya yang populer antara lain:
 
1. Tasawuf Modern dan Lembaga Budi (terbit tahun 1983)
2. Falsafah Hidup (terbit tahun 1985)
3. Tafsir Al-Azhar Juz 1 s/d 30
4. Islam dan Adat Minangkabau (terbit tahun 1984)
5. Studi Islam (terbit tahun 1976)

Foto masjid Taqwa Muhammadiyah  
di Padang.
(Credits: Wikipedia,Rhmtdns)

Pesan Inspiratif

 
Kisah Buya Hamka adalah bukti bahwa semangat belajar dan keinginan untuk menyebarkan kebaikan dapat membawa perubahan besar. Beliau adalah sosok inspiratif yang menginspirasi banyak orang untuk mencintai Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Sobat, bagaimana menurutmu tentang kisah Buya Hamka? Apa yang kamu pelajari dari perjalanan hidupnya? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!
 Terima Kasih.Demikianlah episode kali ini. Semoga bermanfaat!
 Sampai bertemu kembali di episode selanjutnya.


Link video youtubenya :

Tags: Kisah inspiratif islami lokal,biografi singkat,perjalanan hidup,Buya hamka, Sumatera Barat.

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Kisah Ikhlas dan Penjual Gulali Buta - Sebuah Pelajaran tentang Rezeki


ilustration this episode edited by kapwing.
(Credits: Pixabay.com,CompileIdeas)

Assalamualaikum semuanya! Sekarang kita sudah memasuki episode kedelapan. Seperti yang kita ketahui, setiap orang pasti memiliki kisah hidupnya sendiri, termasuk kamu juga, kan? 😊😊 Episode kali ini menceritakan tentang seorang anak muda bernama Ikhlas yang sedang mengenang kembali masa lalunya setelah sekian lama berjuang di tengah kehidupan keras kota besar. Ikuti selengkapnya di sini, dan jangan lupa bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Kembali ke Masa Lalu, menemukan ketenangan.

Pergi ke kota tempat masa kecilnya dahulu kala, membuat Ikhlas mengingat masa-masa yang lalu telah terkubur lama. Ia pun berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahannya yang dulu. Banyak yang berubah dari tempat ini menurutnya, di antaranya adalah jalan yang semakin lebar, kendaraan yang semakin banyak, dan rumah yang padat. Tetapi, ia menemukan satu hal yang tak berubah. Yaitu seorang penjual gulali buta, yang dulu seringkali dia membeli gulali di sana.

 ilustrasi sekolah zaman dahulu.

Penjual Gulali Buta: Simbol Keteguhan dan Keikhlasan

Ikhlas mendekati kios penjual gulali tersebut. Terlihat beberapa anak kecil lainnya yang sedang membeli gulali. Penjual gulali itu, meskipun sudah tua dan buta, selalu tersenyum ramah. Kemampuannya dalam membuat gulali harum manis sudah tidak diragukan lagi,  ia seperti sudah khatam atau ahli dalam membuat gulali meskipun tanpa melihat


Ilustrasi Seorang anak kecil sedang memakan Gulali.

“Satunya seribu rupiahnya saja, de” ujar bapak tersebut, lalu anak kecil tersebut pun mengambil uang kertas seribuan dan memberikannya kemudian pergi sambil memakan gulali dengan stylenya 😊😊 nikmat.

Suka komik islami,baca reviewnya kuys :
Review Komik lokal "Islam itu keren!!"

 Ikhlas pun merasa kaget ketika melihatnya, ini mengingat kejadian tersebut masih sama seperti 10 tahun yang lalu ketika dia masih duduk di bangku sekolah dasar atau SD. Ikhlas pun berpura-pura membeli gulali, dan disambut ramah oleh penjual gulali tersebut. Pada saat pembuatan gulali, mereka pun berbincang.
 
“Pak, dulu saya sering beli juga loh gulalinya. Saya kaget banget bingit binggo (mulai deh mirip Genki lagi..😊😊) karena harga gulalinya masih sama seperti 10 tahun lalu. Apa bapak tidak merasa takut rugi?”
 
Penjual gulali tersebut pun menjawab pertanyaannya dengan lembut “Nak, saya tidak khawatir dengan rezeki, karena sudah ada Allah yang mengaturnya. Tidak bakalan mungkin tertukar. Kalaupun sekarang misalnya saya rugi, yakinlah (sumpah 100 persen, Ok lah klo begitu 6x..malah nyanyi nih kakek🙊🙊) Allah akan mengganti dengan rezeki lain untuk saya.”
 
Mendengar jawaban dari penjual gulali tersebut, hati Ikhlas pun merasa terhenyuh atau menyentuh kemudian dia pun membayar gulali tersebut dan tidak lupa memberi uang tambahan untuk bapak tersebut.

Pelajaran Berharga tentang Rezeki

Kisah Ikhlas dan penjual gulali buta ini mengingatkan kita tentang arti keikhlasan dan kepercayaan pada rezeki yang telah digariskan oleh Allah SWT.  Meskipun hidup dalam keterbatasan, penjual gulali tersebut tetap teguh dan ikhlas menjalankan usahanya.
 
Sobat, pernahkah kamu merasakan hal serupa dengan Ikhlas?  Bagaimana menurutmu tentang pesan yang disampaikan dalam kisah ini?
Terima Kasih
 Demikianlah episode kali ini. Semoga bermanfaat!Sampai bertemu kembali di episode selanjutnya.


Link video youtubenya :

Tags : kisah inspirasi lokal,penjual gulali buta,gulali,Arum manis,kisah masa kecil.

Keterangan:
Semua foto ilustrasi diambil melalui pixabay.com

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"

Selasa, 02 April 2024

Zlatan Ibrahimovic: Kisah Inspiratif Sang Legenda Sepakbola yang Mengguncang Dunia



ilustrasi episode ini diedit oleh kapwing.
(Credits: Pixabay.com,Fotorech)

Assalamualaikum sobat blogger semuanya!  Tidak terasa kita sudah memasuki episode ke-7. 😄😄😄  Episode kali ini, saya akan kembali menceritakan kisah inspiratif dari luar negeri tentang salah seorang pemain sepak bola legendaris yang memiliki masa kecil yang cukup memilukan. Ikuti selengkapnya di sini, dan jangan lupa bagikan pendapat kalian di kolom komentar!

Baca juga kuysReview buku islami-As-Shuffah

Masa Kecil yang Berat

 Zlatan adalah anak dari pasangan imigran yang tinggal di kota Malmo, Swedia, bersama dengan 4 saudaranya.  Karena status imigran mereka, keluarga Zlatan mendapatkan perlakuan yang berbeda.  Ibunya bekerja sebagai cleaning service dan ayahnya sebagai sekuriti.

Sayangnya, ayahnya memiliki kebiasaan buruk yaitu suka minum alkohol.  Hal ini menyebabkan pertengkaran antara orang tuanya dan akhirnya berujung pada perceraian saat Zlatan masih berusia 2 tahun.  Zlatan dan keempat saudaranya diasuh oleh ibunya sebagai orang tua tunggal.

Mengasuh kelima anaknya dengan penghasilan sebagai cleaning service sangatlah sulit.  Saat Zlatan berusia 9 tahun, ibunya mengirimnya kepada ayahnya.  Namun, kebiasaan buruk sang ayah membuatnya tidak dekat dengan Zlatan.  Zlatan sering merasa kelaparan karena tidak pernah ada makanan di rumah ayahnya.  Dia pun sering pulang ke rumah ibunya hanya untuk bisa makan.  Bagaimana menurut kalian, sobat?  Apakah kalian pernah mengalami masa kecil yang sulit seperti Zlatan?

Di sekolah, Zlatan bukanlah murid yang pandai.  Dia bahkan pergi ke sekolah hanya demi mendapatkan jatah makan siang gratis.  Uang selalu menjadi hal tersulit bagi keluarga Zlatan.  Suatu kali, dia bahkan mencuri sepeda atau barang-barang lain yang dia butuhkan dari swalayan.

Zlatan juga memiliki ketidakpercayaan diri dengan bentuk hidungnya yang besar dan kulitnya yang berbeda dengan teman-temannya.  Cara bicaranya yang cenderung mendesis membuatnya terlihat aneh dan menjadi bahan hinaan, terutama ketika sekolah merekrut guru baru.

ilustrasi masa kecil Zlatan senang bermain sepakbola.


Menemukan Kebahagiaan dalam Sepak Bola

Meskipun menghadapi banyak kesulitan, Zlatan mampu mengatasi semuanya.  Dia menemukan kebahagiaan dalam bermain sepak bola sejak usia 6 tahun setelah mendapatkan hadiah sepatu sepak bola.

Pada usia 15 tahun, Zlatan memulai karier sepak bolanya di Malmo FF.  Namun, dia sempat ingin berhenti karena harus bekerja di dermaga untuk membiayai hidupnya.  Beruntung, pelatihnya memahami kehidupannya dan menyarankannya untuk tetap bermain sepak bola karena melihat potensi besar dalam dirinya..

 Ilustrasi pertandingan perdana Zlatan pada sepakbola dunia


Menjadi Legenda Sepak Bola

Zlatan akhirnya berhasil bermain di klub-klub besar seperti AFC Ajax, Juventus FC, Inter Milan, Barcelona FC, AC Milan, Paris Saint-Germain, Manchester United, LA Galaxy, dan kembali lagi ke AC Milan. Dia dijuluki "Monster di Lapangan" karena permainannya yang luar biasa.

Sepanjang kariernya, Zlatan telah memenangkan 31 trofi. Dia juga merupakan salah satu pemain sepak bola yang paling aktif di dunia dan sangat disegani karena teknik dan kekuatannya. Sebagai striker, Zlatan telah mencetak 560 gol dalam sepanjang permainannya! Keren banget, ya?

Pesan Inspiratif

Kisah Zlatan Ibrahimovic mengajarkan kita bahwa kesulitan dan tantangan dalam hidup tidak boleh menghentikan kita untuk meraih mimpi. Dengan tekad yang kuat dan kerja keras, kita dapat mencapai kesuksesan seperti Zlatan. Apa pendapat kalian tentang pesan inspiratif ini?

Sekian dan terima kasih.


 Source: fatihinspira.com

Link video youtubenya:

https://youtu.be/YbRFluEDh60?si=Nx2VxbjbanIaS5Hu

Tags : kisah inspiratif barat,pemain sepakbola terkenal,Zlatan ibrahimovic.kisah hidup,masa kecil.

Keterangan:

Semua ilustrasi foto diambil melalui pixabay.com

"Revisi artikel oleh: Cici,seorang penulis AI"